Jumlah Rekening Nasabah Kaya Turun, Bankir: Bunga Kurang Menarik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 30 Apr 2018 16:16 WIB
Ilustrasi Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Jumlah rekening tabungan atau simpanan dengan nominal di atas Rp 2 miliar tercatat mengalami penurunan. Per Februari 2018 rekening yang nilai simpanannya di atas Rp 2 miliar sebanyak 250.401 rekening pada Februari 2018. Jumlah ini turun 0,34% dibandingkan periode Januari 2018 sebesar 251.401 rekening.

Untuk jumlah nominal simpanan tercatat Rp 3.024 triliun per Februari 2018. Jumlah ini naik 0,65% dibandingkan periode Januari 2018 sebesar Rp 3.005 triliun.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) Hariyono Tjahjarijadi menjelaskan dari sisi perbankan ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah rekening turun yakni bergesernya simpanan ke instrumen lain.

"Secara teori banyak kemungkinan dari turunnya jumlah rekening. Misalnya nasabah membelikan surat berharga yang bunga nya lebih tinggi dari deposito, ada pergeseran saja," kata Hariyono kepada detikFinance, Senin (30/4/2018).


Selain itu nasabah juga menggeser dana ke instrumen investasi dan penyimpanannya seperti reksa dana hingga saham.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menjelaskan untuk fenomena jumlah rekening yang turun namun nominal naik memang belum bisa dipastikan penyebabnya.

"Secara etika kita tidak bisa menanyakan, bisa saja nasabah yang Rp 2 miliar ke atas melakukan pemecahan simpanan. Supaya yang tadinya tidak dijamin menjadi dijamin," ujar Jahja.

Selain itu dia menyebut, rendahnya bunga deposito juga bisa menjadi penyebab turunnya jumlah rekening. Memang dari data Bank Indonesia (BI) rata-rata bunga deposito di perbankan nasional sudah berada di kisaran 5-6%.

"Bisa juga karena bunga kurang menarik," kata dia.


Dari data Uang Beredar BI Februari 2018 bunga simpanan berjangka atau deposito secara rata-rata sudah berada di kisaran 5-6%. Untuk bunga simpanan berjangka waktu 1 bulan 5,65% turun dibandingkan bulan sebelumnya 5,72%. Sementara untuk tenor 3 bulan 5,97% turun dibandingkan bulan sebelumnya 6,03%.

Kemudian untuk bunga simpanan jangka waktu 6 bulan 6,40% lebih rendah dibanding bulan Januari 2018 sebesar 6,49%. Lalu untuk bunga deposito jangka waktu 12 bulan 6,56% lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 6,68%.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira juga menjelaskan di mata deposan atau pemilik dana rendahnya suku bunga dinilai kurang menarik. Ini menyebabkan adanya pergeseran penyimpanan dana ke instrumen lain.

"Bunga rendah ini menyebabkan peralihan sebagian dana ke instrumen lain yaitu surat utang. Imbal hasil surat utang pemerintah tenor 10 tahun saja 6,3%," ujarnya. (ara/ara)