Pejabat BI Diminta Berikan Sinyal Positif ke Pasar Uang

Pejabat BI Diminta Berikan Sinyal Positif ke Pasar Uang

- detikFinance
Selasa, 12 Jul 2005 10:47 WIB
Jakarta - Pernyataan pejabat bank sentral akan memberikan efek psikologis ke pelaku pasar. Alan Greenspan, sang maestro The Fed, tidak pernah mengeluhkan sulitnya mengangkat dolar AS. Oleh karenanya, pejabat Bank Indonesia (BI) pun diminta mengeluarkan pernyataan optimistis agar bisa mengangkat rupiah."Petinggi BI sebaiknya tidak perlu mengeluh sulit mengangkat rupiah ke level tertentu, misalnya ke posisi Rp 9.300 per US$ 1. Alan Greenspan saja tidak pernah mengeluh betapa sulitnya mengangkat dolar AS," kata ekonom BNI Ryan Kiryanto dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/7/2005).Sebelumnya dalam suatu kesempatan seminar, Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom menyatakan, rupiah sulit dibawa kembali ke Rp 9.300 per US$ 1. Alasannya, rupiah sudah terlalu dalam terdepresiasi.Dalam pandangan Ryan Kiryanto, petinggi BI sudah selayaknya untuk tidak menyebut angka tertentu yang diinginkannya, meski dengan alasan titik tertentu itu sebagai titik keseimbangan. "Coba dibayangkan jika BI sudah bilang rupiah bisa menguat ke Rp 9.300 per US$ 1. Padahal potensi sesungguhnya bisa ke Rp 9.000 per US$ 1, maka penguatan itu tidak akan terjadi," tandasnya.Bank Indonesia, katanya, setidaknya harus menempuh tiga langkah agar rupiah tidak semakin jatuh. Pertama, BI harus konsisten dan penuh integritas menjalankan regulasinya. Kedua, Bank Indonesia perlu menciptakan kepercayaan kepada pelaku pasar agar memegang rupiah. Ketiga, Bank Indonesia perlu memberikan sinyal yang jelas ke pasar."Jangan memberikan mixed signal ke pasar. Pejabat BI juga jangan plin-plan, mencla-mencle, karena ini adalah perang psikologi dengan pasar," tandas Ryan.Dalam pandangannya, pemerintah dan BI saat ini harus berusaha keras untuk meningkatkan cadangan devisa agar tidak lagi spekulan yang bermain. "Caranya genjot ekspor, genjot aliran modal asing ke dalam negeri dan repatriasi dana hasil ekspor," ungkapnya.Ryan Kiryanto berpendapat, jika langkah-langkah tersebut berhasil dilakukan secara baik, maka dengan sendirinya rupiah akan menguat meski dalam jangka pendek ini masih fifty-fifty untuk tembus ke bawah Rp 9.500 per US$ 1."Kalau cadangan devisa bertambah, maka spekulan akan berpikir ulang menggoreng dolar AS. Mahalnya dolar AS selama ini karena banyak permintaan dibandingkan suplai. Kalau ekspor naik, investasi asing bertambah, maka cadangan devisa dapat meningkat," jelasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads