Follow detikFinance
Rabu, 16 Mei 2018 14:49 WIB

Pentingnya Asuransi di Tengah Aksi Terorisme

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Kiagoos Auliansyah Foto: Kiagoos Auliansyah
Jakarta - Asuransi adalah perjanjian antara penanggung (perusahaan) dan tertanggung (nasabah). Perjanjian ini mewajibkan nasabah membayar premi kepada perusahaan untuk penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian atau kehilangan yang diderita karena peristiwa tak terduga.

Nah dalam hal ini aksi terorisme yang terjadi di Jawa Timur adalah hal yang tidak terduga. Karena itu dibutuhkan langkah proteksi atau perlindungan baik untuk jiwa maupun harta benda. Asuransi bisa diambil sesuai kebutuhan misalnya asuransi jiwa yang akan memberikan uang pertanggungan ke ahli waris dan asuransi umum yang memberikan proteksi untuk harta seperti kendaraan hingga rumah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan dalam hal ini dibutuhkan perlindungan seperti asuransi jiwa dan kesehatan dengan perluasan produk seperti terorisme dan sabotase.

"Untuk perluasan produk ini bisa dari sisi penambahan uang pertanggungan dan menambah hal lain seperti penyakit berat yang dicover dan manfaat lain. Tentu semua disesuaikan pada saat awal perjanjian," kata Togar kepada detikFinance, Rabu (16/5/2018).



Menurut Togar, dalam memilih asuransi jiwa, calon nasabah juga harus memperhatikan manfaat yang didapat. Karena manfaat ini juga akan menentukan seberapa besar premi yang akan dibayarkan.

"Memiliki asuransi jiwa itu penting, karena ada pertanggungan biaya rumah sakit jika nasabah butuh perawatan medis atau biaya pemakaman hingga uang pertanggungaan kematian yang diberikan kepada ahli waris," ujarnya.

Dia menjelaskan, asuransi jiwa adalah program pelindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang. Togar menambahkan, asuransi jiwa sering diandaikan sebagai payung, pelampung di kapal atau di pesawat udara.

"Jadi asuransi jiwa itu sangat dibutuhkan karena berguna saat tertentu, memang sering kali tidak terpikirkan ketika keadaan aman. Jadi asuransi jiwa ini dapat diandalkan saat anda dalam situasi yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.



Kemudian Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna menjelaskan untuk akibat dari aksi terorisme biasanya ada harta benda yang mengalami kerusakan. Misalnya kendaraan bermotor yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dia menyebut, untuk mengalihkan risiko ini dibutuhkan asuransi kendaraan bermotor dengan perluasan polis.

"Dalam asuransi umum khususnya kendaraan bermotor, ada perluasan polis seperti huru-hara, kerusuhan, terorisme dan sabotase adalah perluasannya," ujar dia.

Jadi pemilik kendaraan atau harta benda lain, bisa mengasuransikan dengan produk yang sesuai kebutuhan. Dalam hal ini terorisme dan sabotase adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh seluruh warga negara.

"Ya siapa yang mau ada teroris kan, tapi proteksi sejak dini kan tidak salah juga," ujarnya.

Menurut Dadang, jika harta benda sudah diasuransikan dan klaimnya sudah sesuai maka seluruh kerusakan akan diganti oleh perusahaan asuransi.

"Tentunya sesuai polis dan perjanjian ya pertanggungannya," jelas dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed