Follow detikFinance
Kamis, 17 Mei 2018 10:04 WIB

Bank: Perlakukan Uang Elektronik Seperti Uang Tunai

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Angga Aliya ZR Firdaus/detikFinance Foto: Angga Aliya ZR Firdaus/detikFinance
Jakarta - Batas isi uang elektronik tidak terdaftar menjadi Rp 2 juta dari sebelumnya Rp 1 juta. Bank mengimbau kepada pengguna agar memperlakukan uang elektronik sama seperti uang kertas atau logam pada umumnya, termasuk menjaga dari risiko kehilangan.

Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Handayani menjelaskan jika terjadi kehilangan pada uang elektronik yang unregistered maka bank tidak bisa bertanggung jawab.

"Nasabah harus menjaga uang elektronik dengan baik dan menyimpannya di tempat yang aman, karena tanggung jawab atas penggunaan uang elektronik ini sepenuhnya pada nasabah," kata Handayani saat dihubungi detikFinance, Rabu (16/5/2018).


Dia menjelaskan, saat ini bank juga terus meningkatkan edukasi kepada nasabah terkait keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan uang elektronik.

Bank: Perlakukan Uang Elektronik Seperti Uang TunaiFoto: Angga Aliya ZR Firdaus/detikFinance

Menurut dia kenaikan limit hingga Rp 2 juta memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk menggunakan uang elektronik dengan frekuensi yang lebih sering.

"Seperti membayar tol dan pembelian bensin jelang lebaran seperti ini, pasti banyak pengguna yang bepergian ke luar kota dengan jarak tempuh yang jauh," ujarnya.


Direktur PT Bank Mandiri Tbk Rico Usthavia Frans menjelaskan, nasabah harus menjaga kartu e-money dengan baik karena dengan tambahan batas saldo tentu akan meningkatkan risiko.

"Untuk itu kartu mesti dijaga dengan baik. Kartu juga bisa diberi sticker atau personalized sehingga tidak mudah ditukar oleh petugas penerima pembayaran yang nakal," ujar dia.

Selain itu, pemegang kartu juga harus sadar bahwa e-money sama dengan uang kertas dan logam pada umumnya. Jadi memang pemegang harus berhati- hati.

Untuk layanan Top Up Emoney, bisa menggunakan Mandiri Online dengan HP Android NFC. Ini akan memindahkan jika nasabah ingin mengisi sewaktu-waktu.

Bank: Perlakukan Uang Elektronik Seperti Uang TunaiFoto: Dewi Rachmat Kusuma

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem menjelaskan saat ini uang elektronik tidak sama dengan kartu debit yang memiliki nomor PIN untuk keamanan. Hal ini karena emoney adalah uang dalam bentuk yang berbeda.

"Yang terpenting adalah perlakukan kartu uang elektronik anda seperti uang tunai. Karena memang uang elektronik tidak ada PIN, jadi sekali hilang uang di dalamnya juga akan hilang," ujarnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed