Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan permodalan dan likuiditas lembaga keuangan masih sangat memadai. Dilihat dari capital adequacy ratio (CAR) berada di level 23,38%.
"Ini jauh di bawah minimum yang dipersyaratkan di aturan internasional. Sehingga kita ini mempunyai ruang yang cukup luas untuk memberikan peran serta dalam mendukung pemberian kredit," kata Wimboh di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"OJK senantiasa tetap memfasilitasi pertumbuhan kredit dengan memprioritaskan orientasi pada komoditi ekspor, lalu inklusi keuangan agar masyarakat bisa memanfaatkan ini, di samping itu OJK mengembangkan skema kredit yang nanti orientasi kepada ekspor, sistem cluster," tutup dia.
Diketahui, pertumbuhan kredit perbankan hingga saat ini mencapai 8,94% (YoY) atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 8,06% (YoY).
Baca juga: BI Siapkan Aturan Permudah Kredit Perumahan |











































