Follow detikFinance
Jumat, 15 Jun 2018 19:35 WIB

Bank Sentral AS Naikkan Bunga, Apa Kata Bankir?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - The Federal Reserve (The Fed) atau Bank sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2% dari sebelumnya 1,75%. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan belum menaikkan suku bunga.

"Kita belum naikkan suku bunga. Masih lihat penyesuaian suku bunga dan BI 7 day repo reverse rate," kata Kartika di open house Lebaran di rumah dinas Gubernur BI, Perry Warjiyo, Jakarta, Jumat (15/6/2018).


Dia menjelaskan bank juga masih akan melihat perubahan ekonomi AS ke depan, apakah masih ada perubahan terkait pengelolaan suku bunga dalam negeri. Pria yang biasa disapa Tiko ini mengatakan dalam jangka pendek bunga kredit belum perlu naik, namun bunga deposito special rate akan ada kemungkinan naik setelah Juni.

Saat ini bunga deposito special rate ,5,75% dan deposito dolar AS menjadi 2,5%.

"Sementara kita belum naikkan bunga, margin turun tidak apa-apa," imbuh dia.


Tiko menjelaskan, The Fed memang akan menaikkan lagi suku bunga lebih dari ekspektasi, dan negara berkembang harus mengikuti dengan cara yang tidak harus agresif.

Dia menyebut kenaikan bunga tergantung dengan suasana pasar di AS, sementara saat ini suasana pasarnya cukup tenang. Tiko menjelaskan kondisi di Indonesia cukup baik, ini karena kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia dalam mengelola keseimbangan atau stabilitas di pasar. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed