Follow detikFinance
Jumat, 15 Jun 2018 20:10 WIB

The Fed Naikkan Bunga, BI: Kita Jaga Stabilitas Rupiah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2% dari sebelumnya 1,75%.

Menanggapi kebijakan itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan bank sentral sudah melakukan langkah pre-emptive, front loading dan head the curve untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Perry menyebut BI telah melakukan langkah tersebut dengan menaikkan suku bunga acuan pada Mei lalu sebanyak 50 basis poin menjadi 4,75%.


"Kami tegaskan, Bank Indonesia siap melakukan langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi kita, Khususnya stabilitas rupiah," kata Perry usai open house di rumah dinasnya, Jalan Patiunus, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).

BI juga memperhatikan kebijakan bank sentral negara lain seperti European Central Bank (ECB) yang menahan bunga acuan hingga tahun depan. Menurut dia ini akan jadi perhatian dan pembahasan BI di rapat dewan gubernur pada 27-28 Juni mendatang.


Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan, keputusan The Fed untuk menaikkan bunga acuan telah diprediksi oleh pasar. Sehingga hal tersebut tak akan mengganggu pasar keuangan dan kurs rupiah dipastikan stabil.

"Sudah sesuai ekspektasi. Pasar bergerak dengan ekspektasi The Fed, jadi begitu naik ya aman-aman saja," kata Mirza. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed