Investor Siap Tambah Modal BPI

Investor Siap Tambah Modal BPI

- detikFinance
Senin, 25 Jul 2005 11:08 WIB
Jakarta - Investor baru yang dikomandoi Bank Bukopin sudah menunjukkan kesiapannya segera merealisasikan penambahan modal ke Bank Persyarikatan Indonesia (BPI). Masalah hukum yang selama ini menjadi sandungan sudah tidak ada lagi."Masalah hukum (legal) kan sudah selesai. Jadi mereka akan merealisasikan penambahan modal. Ya, kemungkinan besar sebelum Agustus sudah terealisir semua," kata Dirut BPI Suhadji Listyadi kepada detikcom melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin (25/7/2005).Disampaikannya, saat ini sejumlah investor sudah siap menambah modal ke bank tersebut sekitar Rp 200 miliar. "Bukopin tetap menjadi lead-nya. Dia akan menyetor modal sekitar Rp 50 miliar, sedangkan anggota konsorsium lainnya, saya tidak diperbolehkan menyebutkan," ungkapnya.Tercatat sejak 14 Juni 2005 lalu, BPI dimasukkan lagi dalam pengawasan khusus (SSU) Bank Indonesia (BI). BI memberi waktu kepada BPI untuk merealisasikan penambahan modal dari investor hingga Agustus mendatang. Namun BI tidak menyebutkan apa sanksi selanjutnya jika setoran modal itu tidak berhasil terpenuhi hingga Agustus.Agar BPI bisa keluar dari pengawasan khusus, BI memberikan sejumlah prasyarat. Pertama, meminta kepada BPI dan pemegang saham untuk mengajukan rencana perbaikan modal (CRP) secara tertulis kepada BI.Kedua, melaksanakan segera tindakan perbaikan untuk menyelesaikan permasalahan BPI. Ketiga, menjaga likuiditas bank agar tidak mengalami kesulitan likuiditas. Keempat, menurunkan NPL secara bertahap sehingga menjadi di bawah 5 persen. Kelima, mengenakan cease and desist order (CDO) yang membatasi sejumlah kegiatan BPI.BI juga meminta nasabah BPI tetap tenang karena masih berlakunya program penjaminan pemerintah atas simpanan kepada pihak ketiga. Masyarakat juga diminta menciptakan suasana yang kondusif bagi penyelesaian permasalahan BPI ini. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads