Follow detikFinance
Minggu, 01 Jul 2018 12:32 WIB

Hingga Mei, BTN Catat Kenaikan Aset Jadi Rp 189 T

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Hingga Mei 2018, aset PT Bank Tabungan Negara (BBTN) tumbuh 20% secara tahunan (year-on-year/yoy) naik dari Rp 158,2 triliun per Mei 2017 menjadi Rp 189,68 triliun.

Angka tersebut tergolong jauh lebih positif. Karena berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset industri perbankan nasional hanya tumbuh 9% yoy per April 2018.

Pertumbuhan aset BTN ditopang laju penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh di level 20,58% menjadi Rp 209,23 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 173,52 triliun. Jauh di atas rata-trata pertumbuhan kredit perbankan secara nasional hanya tumbuh sebesar 9% yoy per April 2018.


Direktur Keuangan dan Treasury Bank BTN, Iman Nugroho Soeko mengatakan aksi berbenah dan transformasi menjadi kunci utama keberhasilan yang berhasil diraih perseroan.

"Berbagai transformasi akan terus kami lakukan untuk mencapai target menjadikan Bank BTN sebagai global player pada 2025 mendatang," katanya dalam keterangan tertulis Minggu (1/7/2018).

Dengan catatan aset tersebut, BTN berada pada peringkat ke-5 bank dengan aset terbesar. BTN juga tercatat sebagai Bank Umum dengan modal inti Rp 5 triliun-Rp 30 triliun.

Dari 17 bank yang masuk dalam kategori tersebut, Bank BTN berhasil meraih predikat Bank Terbaik 2018.

Menurut Iman, ada beberapa tahapan transformasi untuk memacu kinerja bisnis perseroan. Pada tahap transformasi 1 bertajuk "Periode Survival" yang digelar sejak 2013-2015, terus berupaya mengatasi masalah kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Pada tahap transformasi 2 yakni "Periode Digital Banking" yang berlangsung sejak pertengahan 2015-2019, perseroan menggelar lompatan dengan melakukan transformasi digital di seluruh lini dan unsur bisnisnya.

Dengan berbagai transformasi tersebut, Bank BTN tak hanya sukses menorehkan kinerja positif, perseroan juga mendapatkan peran penting dari pemerintah sebagai agen Program Satu Juta Rumah.

"Melalui periode survival, kami terus berbenah sehingga siap menjadi agen Program Satu Juta Rumah dan akan terus menggelar transformasi agar dapat beroperasi maksimal sehingga masyarakat Indonesia akan semakin mudah membeli rumah murah dan terjangkau," ujar Iman.


Ke depannya, Bank BTN masih akan melakukan tahapan akhir transformasi yakni "Periode Global Playership" yang dimulai sejak 2019-2025. Pada periode tersebut, Bank BTN diharapkan akan mampu menjadi produk dan layanan perbankan yang beroperasi secara internasional. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed