Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Jul 2018 13:54 WIB

Ini yang Bikin Kredit Macet Multifinance Naik Usai Lebaran

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi Rupiah/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Rupiah/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perusahaan pembiayaan atau multifinance mengungkapkan ada kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing finance/NPF) setelah libur hari raya Idul Fitri atau Lebaran.

Kira-kira apa penyebabnya?

Direktur Utama Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Djaja Sutandar menjelaskan menjelang Lebaran biasanya permintaan kredit memang tinggi. Nah, inilah yang menyebabkan masalah tingginya NPF.

"Bukan Lebarannya yang masalah. Namun adanya permintaan yang besar menyebabkan perusahaan pembiayaan lengah, sehingga masuklah portofolio yang bermasalah yang kemudian akan menjadi NPL," kata Djaja saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (4/7/2018).


Djaja menambahkan, kredit bermasalah ini akan kembali normal dengan sendirinya. Pola seperti ini sudah dialami oleh perusahaan pembiayaan setiap tahun. Namun untuk menekan rasio NPF, perusahaan pembiayaan harus agresif dalam melakukan penagihan dan mengingatkan nasabah untuk membayar.

Biasanya perusahaan menggunakan sarana telepon, pesan singkat, hingga surat elektronik untuk mengingatkan nasabah agar membayar kewajibannya.

Direktur utama BCA Finance Roni Haslim menjelaskan, peningkatan rasio NPF di perusahaan pembiayaan terjadi karena liburan panjang.

"Masyarakat mungkin menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain untuk Lebaran. Tapi tak lama akan kembali ke jalur normal," ujar dia.


Roni menjelaskan, untuk meminimalisir peningkatan kredit bermasalah. BCA Finance melakukan seleksi yang lebih ketat terhadap calon nasabah yang ingin mengajukan kredit. Menurut dia risiko-risiko harus dianalisa lebih panjang agar penyaluran kredit bisa berkualitas baik.

Dia menambahkan, setelah Lebaran biasanya debitur atau nasabah sudah mulai kembali membayar cicilan. Selain itu, multifinance juga gencar melakukan penagihan atau sekadar mengingatkan nasabah untuk pembayaran. Menurut dia, saat ini sudah banyak channel pembayaran tagihan yang bisa mempermudah nasabah dalam membayar cicilan. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com