Follow detikFinance
Selasa, 10 Jul 2018 10:11 WIB

Penjelasan Operator Aplikasi Utang Online yang Bisa 'Intip' SMS

Danang Sugianto - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Jakarta - Seiring dengan penetrasi internet yang kian pesat, industri fintech pun semakin berkembang di Indonesia. Banyaknya perusahaan aplikasi fintech yang muncul menunjukkan bahwa industri ini memiliki potensi.

Biasanya fintech melakukan pembiayaan mikro dengan jumlah pinjaman yang kecil. Ceruk pasar ini belum digarap oleh perusahaan keuangan konvesional.

Namun itu bukan tanpa alasan, salah satunya potensi gagal bayar. Oleh karenanya risiko yang diemban perusahaan fintech sebenarnya cukup besar. Apalagi proses pengajuan pinjamannya online melalui aplikasi.

Hal itu membuat perusahaan fintech berpikir lebih keras untuk mengantisipasi nasabah yang bandel. Seperti misalnya RupiahPlus yang ramai diperbincangkan lantaran menagih dengan mengambil data kontak di hp nasabahnya. Kemudian melakukan penagihan.

Hal itu pun diakui perusahaan ada kesalahan penerapan prosedur. Berikut penjelasan lengkapnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed