Laba Bersih BRI Semester I Naik 13,30%
Rabu, 27 Jul 2005 19:26 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) membukukan laba bersih semester I-2005 sebesar Rp 1,942 triliun atau naik 13,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,714 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih mencapai Rp 6,052 triliun atau naik 9,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Demikian diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama BRI Wayan Alit Antara dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (27/7/2005).Total outstanding credit yang telah disalurkan selama semester I-2005 mencapai Rp 68,950 triliun atau naik 25,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 55,047 triliun. Diharapkan hingga akhir tahun 2005 total outstanding credit BRI mencapai Rp 76 triliun.Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 89,481 triliun atau naik 12,34 persen dibandingkan semester I-2004 yang sebesar Rp 79,649 triliun. Komposisi DPK ini adalah tabungan 49,63 persen, giro sebesar 22,56 persen, dan deposito sebesar 27,80 persen.CAR TurunBRI mengalami peningkatan ekuitas selama semester I-2005 menjadi Rp 11,810 triliun atau naik 14,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,461 triliun. Namun meski ekuitas naik, kondisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) pada akhir semester I-2005 turun menjadi 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 19,33 persen. Bahkan jika memperhitungkan risiko pasar (market risk) CAR BRI per Juni 2005 sebesar 15,64 persen.Menurut Wayan, penurunan rasio kecukupan modal ini lebih disebabkan oleh adanya peningkatan ekspansi kredit sekitar 25,26 persen. Penurunan CAR ini juga disebabkan karena perseroan telah membagikan dividen yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 1,8 triliun atau 50 persen dari laba bersih 2004 yang mengurangi sumber modal perseroan.Jika dividen ini dimasukkan ke dalam laba ditahan, maka hal itu akan membantu peningkatan modal dalam rangka menjaga CAR, sehingga hal itu juga akan mengurangi modal yang dihimpunnya.Namun BRI akan mempertahankan rasio CAR di atas 13 persen. Karena itu, untuk mengatasi kemungkinan penurunan CAR tersebut, manajemen telah memasukkan masalah tersebut dalam rencana bisnis 2006.Beberapa aksi korporasi yang bisa dilakukan untuk mengantispasi penurunan CAR adalah penerbitan obligasi subordinasi (sub debt), sekuritisasi aset-aset BRI yang masih sehat, dan ekspansi pada sektor BUMN.Namun Wayan belum mau menjelaskan, berapa besar nilai sub debt yang direncanakan tersebut. Demikian pula mengenai sekuritisasi aset dan ekspansi ke sektor BUMN. "Seluruh rencana masihdikaji lebih dalam, jadi tidak dapat diberikan angkanya," katanya.Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) BRI pada akhir semester I-2005 sebesar 5,6 persen turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 6,45 persen.
(ton/)











































