Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Jul 2018 17:06 WIB

BI: Tantangan Ekonomi ke Depan Semakin Tidak Ringan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Australia Plus ABC Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memandang perkembangan ekonomi global pada semester II-2018 masih memberikan ketidakpastian terhadap perekonomian negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, ketidakpastian tersebut akan akan membuat pengetatan likuiditas seiring pula dengan pertumbuhan ekonomi dunia naik menjadi 3,9% dari proyeksi sebelumnya 3,8%.

"Ke depan tantangan itu tidak semakin ringan, di sisi global diperkirakan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan 3,9% global lebih tinggi dari sebelumnya 3,8%," kata Mirza di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Selasa (17/7/2018).



Perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi global didorong akselerasi ekonomi Amerika Serikat (AS), masih kuatnya ekonomi eropa, dan ketatnya ekonomi di China.

"Prospek dunia yang baik meningkatkan volume perdagangan dunia, disertai dengan likuiditas yang mengetat dipicu oleh perkiraan FFR lebih agresif pasca FOMC Juni, dan imbal hasil surat utang AS yang tinggi," ungkap dia.

Akibat dari ketidakpastian dunia, kata Mirza, memicu penguatan ekonomi AS yang mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang semakin besar. Oleh karenanya, dibutuhkan kebijakan yang bisa membuat investor nyaman menempatkan dananya di Indonesia.

"Di sisi domestik secara umum kinerja baik dan cukup kuat menahan tekanan global. Pada tahun sebelumnya ekonomi berhasil melewati tekanan, termasuk episode tapper tantrum, gejolak utang Yunani, dan Brexit, ini karena koordinasi erat para pemangku kebijakan," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed