Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Jul 2018 14:25 WIB

Uang Elektronik Bisa 'Dicopet', Bagaimana Uang Digital?

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Baru-baru ini dunia sosial media dihebohkan beredar video seseorang bisa 'mencopet' saldo uang elektornik hanya dengan menempelkan mesin Electronic Data Capture (EDC) ke dompet yang di dalamnya berisi uang elektronik.

Apakah hal serupa bisa terjadi pada uang digital?

Pendiri dan CEO BBXCoin, Ronald Kumalaputra, menegaskan bahwa cryptocurrency sebagai satuan yang tidak bisa diretas.



Menurut dia, yang terpenting dalam menjalankan dunia bisnis adalah integritas dan kredibilitas sehingga kepercayaan dapat diperoleh, sama halnya dengan exchanger.

"Sama seperti bank yang menyimpan uang rupiah, lalu banknya diretas sehingga uang rupiah hilang. Diretas itu bisa dilakukan oleh orang dalam sendiri atau dari luar sehingga kemungkinan untuk diretas bukan hanya terjadi di dunia cryptocurrency, tapi setiap bidang keuangan di seluruh dunia rentan kena retas," ujar Ronald pada diskusi di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Ronald, memastikan bahwa crypto currency lebih unggul dari fintech. Hal itu terjadi karena cryptocurrency tidak bergantung dengan fiat money.

"Transaksinya 24 jam dan di seluruh dunia tidak ada waktu libur. Nilai cryptocurrency bisa naik dan turun sehingga dari sana ada kesempatan untuk bisa dapat kesempatan capital gain, dan crypto currency sendiri bisa dipakai sebagai alat transaksi," kata Ronald.

Saat ini, lanjut dia, cryptocurrency adalah masa depan dunia finansial yang lebih unggul dilihat dari segi keamanan, keuntungan, kecepatan dan efesiensinya dibandingkan fintech.

Ronald, yang sudah berpengalaman di bidang finansial kurang lebih 16 tahun dan pemilik 3 bidang bisnis retail, IT, dan media mengaku yakin bahwa teknologi yang melatar belakanginya saat ini dipastikan bisa menjamin keamanan seluruh transaksi cryptocurrency.

Ronald yakin bahwa teknologi blockchain adalah solusi keamanan dan privasi, khususnya untuk keuangan berbasis internet yang dapat memproses perdagangan bernilai triliunan.



Lewat teknologi ini semua riwayat transaksi bisa dilihat secara umum sehingga seluruh kecurangan bisa dicegah, bahkan ditindak tegas.

"Data riwayat transaksi bisa dipakai untuk memberikan masukan dan pertimbangan lebih menyeluruh dan akurat dibandingkan fintech," kata Ronald.

Kini, cryptocurrency pun sudah bisa dipakai di seluruh dunia. Menurut Ronald, tren seluruh dunia sudah tidak lagi memakai atau menerima uang kas, tapi e-money yang mengarah ke digitalisasi.

"Harapan makin terang bahwa cryptocurrency dipakai di seluruh dunia. Harga barang pasti akan lebih terjangkau, sebab biaya-biaya yang dihilangkan cukup signifikan dan efisien," kata Ronald. (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed