Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Agu 2018 08:20 WIB

BTPN Merger dengan Bank Sumitomo

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok BTPN Foto: Dok BTPN
Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) resmi merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Keduanya merupakan anak usaha dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

SMBC merupakan pemegang saham pengendali di BTPN dan SMBCI dengan porsi kepemilikan saat ini di masing-masing bank adalah sebesar 40% dan 98,48%.

Seluruh dokumen rencana merger ini akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari ini. Selanjutnya, setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas yang berwenang, BTPN akan mengajukan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada waktunya.

"Publikasi ini menjadi tonggak dimulainya secara resmi proses penggabungan BTPN dengan SMBCI yang kami yakini akan memberikan dampak positif, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perekonomian nasional. Penggabungan akan melahirkan bank baru yang lebih besar dan lebih kuat sehingga dapat lebih berperan memenuhi kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat di berbagai sektor di Indonesia, baik ritel maupun wholesale," kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng dalam keterangan tertulis, Kamis (2/8/2018).

"Bank Hasil Penggabungan nantinya akan dipimpin oleh Ongki Wanadjati Dana yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama. Dengan senioritas Ongki yang sudah berpengalaman di sektor keuangan lebih dari 36 tahun, ditambah pengalaman menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BTPN selama lebih dari 10 tahun, saya percaya bahwa suksesi ini akan membawa implikasi positif terhadap jalannya perusahaan," lanjut Jerry.


Komisaris Utama BTPN Mari Elka Pangestu menyampaikan pergantian manajemen merupakan bagian dari proses transisi yang telah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Sebagai pimpinan dalam Manajemen, Jerry berpandangan perlunya membangun successor untuk membawa pemikiran dan energi baru bagi BTPN.

"Pada 2016, Jerry telah menyatakan keinginannya untuk tidak lagi diangkat sebagai Direktur Utama, setelah masa jabatannya berakhir di 2019. Menyikapi itu, kami mulai mempersiapkan proses suksesi dan menominasikan Ongki Wanadjati Dana sebagai calon pengganti Jerry Ng," papar Mari.

Menurut Mari, seluruh rencana tersebut akan dimintakan persetujuan kepada regulator. Dia juga menyatakan, Jerry akan tetap memimpin bank yang melantai di BEI sejak 2008 itu hingga selesainya proses penggabungan.

"Dengan demikian, pergantian ini dipastikan tidak akan mengganggu proses bisnis di perusahaan." kata Mari.


Dalam proses penggabungan ini, BTPN memastikan layanan operasional bank akan tetap berjalan tanpa gangguan dan proses operasional kedua bank dapat disatukan dengan lancar.

"Kami yakin bahwa proses penggabungan yang kami lakukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan semakin meningkatkan kepercayaan nasabah di masa mendatang," tutup Jerry. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com