CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Agu 2018 17:16 WIB

Merger BTPN dan Mitsui Berisiko Kurangi Nasabah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan menggabungkan diri atau merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Kedua bank ini adalah anak usaha dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan BTPN proses penggabungan ini juga memunculkan risiko bank akan kehilangan nasabah.

"Sebagai akibat dilakukannya Penggabungan, terdapat kemungkinan bahwa nasabah dari masing-masing Bank Peserta Penggabungan akan tetap menjadi nasabah Bank Penerima Penggabungan, walaupun Bank Peserta Penggabungan memiliki segmen nasabah yang berbeda. Namun, Bank Penerima Penggabungan akan mengkomunikasikan keunggulan dan kekuatan dari Bank Penerima Penggabungan, layanan tambahan yang ditawarkan dan kekuatan keuangan yang lebih besar kepada nasabah," bunyi prospektus BTPN, dikutip Kamis (2/8/2018).

Kemudian, dari proses penggabungan tersebut juga ada risiko untuk pekerja yang memilih tidak bergabung. Apabila pekerja BTPN dan SMBCI memilih tidak meneruskan hubungan kerja dengan bank setelah merger maka bank bisa menemui hambatan.

"Karena itu, untuk memaksimalisasi pekerja BTPN dan SMBCI maka perseroan akan mempersiapkan langkah- langkah strategis yang optimal di bidang sumber daya manusia antara lain dengan mensosialisasikan kepada para pekerja setelah bank dimerger mengenai tujuan dari Penggabungan bank potensi pertumbuhan yang akan membuka peluang berkarir yang lebih luas dan terbuka di Bank Penerima Penggabungan," bunyi prospektus.

Pada awal rencana penggabungan, fokus proses integrasi adalah meminimalkan gangguan terhadap bisnis dan pihak-pihak berkepentingan (termasuk pelanggan dan vendor), memenuhi kebutuhan dari regulator (termasuk pelaporan), serta menyelaraskan kebijakan dan budaya pada Bank Penerima Penggabungan.

Tahapan integrasi selanjutnya adalah untuk mengoptimalkan operasi dan sistem teknologi informasi, serta merealisasikan sinergi yang diharapkan.


Penyelesaian dari proses integrasi juga memerlukan perubahan dan/atau penambahan kebijakan, Standard Operating Procedure (SOP) dan sistem teknologi informasi yang dapat menimbulkan risiko atas integrasi selama masa transisi. Tim integrasi mempersiapkan rencana kerja yang terperinci dan terukur dalam rangka proses integrasi, sehingga setiap proses integrasi dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dangan jadwal yang telah ditetapkan serta meminimalkan biaya dan risiko pelaksanaan integrasi.

Selain itu juga ada risiko tidak tercapainya sinergi yang diharapkan. Prospektus menjelaskan tujuan penting yang ingin dicapai dari dilakukannya penggabungan adalah adanya sinergi potensial yang dihasilkan dari penggabungan aktivitas usaha Bank Peserta Penggabungan.

Namun demikian terdapat suatu risiko dalam pelaksanaan yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan budaya, manajemen dan operasional, yang dapat menyebabkan tidak terlaksananya sinergi yang diharapkan atau bila terlaksana sinergi yang dicapai tidak maksimal.

Melalui kejelasan visi dan strategi, soliditas manajemen, integrasi kultur perusahaan dan penguatan manajemen risiko yang akan dilakukan, Bank Penerima Penggabungan dapat mendorong tercapainya sinergi yang diharapkan dari proses penggabungan.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed