Rupiah Kembali Terancam

Rupiah Kembali Terancam

- detikFinance
Selasa, 09 Agu 2005 10:03 WIB
Jakarta - Posisi nilai tukar rupiah kembali terancam menyusul melonjaknya harga minyak dunia hingga level US$ 64 per barel. Lonjakan itu dikhawatirkan bakal membawa konsekuensi membengkaknya permintaan dolar AS dari Pertamina untuk impor minyaknya.Faktor negatif lainnya adalah menjelang pertemuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve pada 9 Agustus 2005. Analis memrediksi, pertemuan itu akan kembali memutuskan kenaikan suku bunga AS ke level 3,5 persen.Pada awal perdagangan Selasa (9/8/2005), rupiah berada di level 9.787 per dolar AS. Sementara pada perdagangannya kemarin, rupiah ditutup melemah 20 poin ke level Rp 9.770 per dolar AS. Rupiah diprediksi bergerak melemah pada kisaran yang sempit.Sementara posisi dolar AS melemah terhadap euro ke level 1,2361 per dolar, dibandingkan level sebelumnya 1,2355 per dolar. Terhadap yen Jepang, dolar stabil di posisi 111,89 yen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads