BI: Hari Ini Penguatan Rupiah Tertinggi di Asia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 07 Sep 2018 18:21 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Perdagangan rupiah hari ini ditutup di Rp 14.820 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat sebesar Rp 70 (+0,47%) dari level penutupan sebelumnya Rp 14.890.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan penguatan Rupiah hari ini terjadi di tengah sentimen positif dari melemahnya dolar AS dipengaruhi oleh berita bahwa Trump mengancam trade fight dengan Jepang. Selain itu juga didorong oleh penguatan GBP atas ekspektasi perkembangan positif dari proses negosiasi Brexit.

"Penguatan tersebut menjadikan penguatan tertinggi untuk hari ini di Asia," kata Nanang kepada detikFinance, Jumat (7/9/2018).


Menurut Nanang, pelemahan dolar AS juga dipengaruhi oleh rilis data AS yang mixed, yaitu pesanan pabrikan AS dan permintaan jasa yang melemah terhadap data non manufaktur yang menguat menjelang rilis data ketenagakerjaan malam ini di mana pendapatan non petani dan pekerja tidak tetap diperkirakan membaik.

Dia menyebutkan pada sesi siang, rupiah sempat mengalami tekanan pelemahan karena tingginya permintaan valas oleh korporasi dan repositioning dana portfolio asing dari obligasi dan saham.

"Untuk menjaga momentum positif dan memperkuat kepercayaan terhadap rupiah, Bank Indonesia hari ini tetap berada di pasar," jelas dia.

Rupiah selanjutnya menguat mendorong terjadinya masuknya kembali portofolio dana asing ke SBN. Pada sesi siang tercatat net inflow ke SBN sebesar Rp 200 miliar. Selain didorong penguatan rupiah, menurut Nanang masuknya dana asing juga didukung oleh imbal hasil SBN yang sudah sangat menarik.

Yield SUN 10 thn (seri FR 64) hari ini ditutup di 8,47%, turun 7 bps dari level penutupan kemarin. Bila dibandingkan dengan yield US Treasury Bond 10 tahun selisihnya sudah cukup lebar di 558,27 bps.

Untuk India Rupee tercatat menguat 0,34%, Philipine Peso menguat 0,13%, Won Korea Selatan 0,09%, Dolar Taiwan 0,07%, Thailand Bath 0,08% dan Yen Jepang 0,04%. (kil/ara)