Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Sep 2018 14:02 WIB

Dukung Infrastruktur ASEAN, BPJS TK Ajak ASSA Kolaborasi

Tia Reisha - detikFinance
Foto: BPJS Ketenagakerjaan Foto: BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan memanfaatkan pertemuan institusi pelaksana jaminan sosial di negara-negara ASEAN atau ASEAN Social Security Association (ASSA) untuk mengajukan inisiatif strategis dalam bidang investasi.

Kolaborasi investasi dalam bentuk "pool of fund" ini bertujuan untuk membiayai pengembangan infrastruktur, khususnya di negara berkembang.



Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto pun mengajak para negara anggota untuk saling dukung. Dengan begitu, negara-negara ASEAN dapat menjadi lebih sejahtera dan mampu bersaing dengan negara lain di dunia.

"Sebagai ASEAN community, perkembangan satu negara akan berdampak pada perkembangan ekonomi negara ASEAN lainnya. Kita juga harus memastikan dana yang dikelola di institusi jaminan sosial kita hanya berputar di daerah regional ASEAN," tegas Agus dalam keterangan tertulis, Senin (24/9/2018).

Saat berpidato di depan para delegasi dalam pertemuan yang dilaksanakan di Nha Trang, Vietnam, Selasa (18/9), Agus juga menyatakan sudah saatnya ASSA bergerak ke arah yang lebih implementatif untuk perkembangan negara anggota.

Menurutnya, effective collaboration di bidang investasi infrastruktur merupakan langkah kongkrit yang bisa dilakukan bersama untuk membantu negara anggota ASEAN lainnya.

"Semua negara, baik negara berkembang maupun negara maju, pasti tetap membutuhkan pembangunan infrastruktur. Namun anggaran yang dimiliki negara tentunya terbatas. Di sinilah peran institusi jaminan sosial anggota ASSA dibutuhkan," jelas Agus.



Ia juga menjelaskan institusi jaminan sosial memiliki kelebihan dibandingkan investor lain karena umumnya memiliki horizon pengelolaan dana jangka panjang. Hal ini sesuai dengan konsep pembiayaan investasi infrastruktur dari pemerintah yang juga bersifat jangka panjang.

Agus pun menerangkan kolaborasi seperti ini juga dilakukan oleh negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk saling mendukung sesama anggota dalam pendanaan di bidang infrastruktur.

"Kami juga sebelumnya telah melakukan diskusi dengan rekan-rekan yang bergerak di bidang jaminan sosial dan asuransi di Jepang, dan sambutan positif yang kami dapat menjadi alasan kami untuk menggagas ide ini lebih lanjut," tambah Agus.

Agus bahkan yakin langkah ini dapat menjadikan ASSA lebih terpandang. Sebab terdapat peran dalam membantu negara-negara ASEAN lebih maju untuk memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan ASEAN sesuai dengan mandat jaminan sosial.

Inisiatif ini juga didukung oleh BAPPENAS yang telah memiliki daftar proyek infrastruktur yang layak dijadikan target investasi oleh anggota ASSA maupun institusi jaminan sosial dan asuransi lain di Asia Pasifik.

Agus pun menyatakan kesiapan BPJS Ketenagakerjaan sebagai investment hub untuk mengkoordinasi dan memberikan informasi terkait investasi proyek infrastruktur di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Agus mengundang institusi jaminan sosial negara-negara ASEAN untuk datang ke Indonesia pada pertengahan Oktober 2018 mendatang. Hal ini juga berlaku bagi anggota ASSA lain di mana mereka dapat berperan sebagai investment hub di negaranya masing-masing.

"Kami harap inisiatif ini dapat segera diimplementasikan agar pengembangan infrastruktur di negara-negara ASEAN dapat berjalan dengan masif dengan dimotori para institusi jaminan sosial," tutup Agus.

Inisiatif dari BPJS Ketenagakerjaan ini mendapat tanggapan positif dari seluruh anggota ASSA dan juga diterima oleh ASSA Board menjadi inisiatif ASSA untuk dipelajari secara lebih mendalam.

Momen pertemuan pada Oktober 2018 mendatang pun akan menjadi titik bersejarah terkait pembahasan gagasan yang dimaksud untuk perkembangan dan kesejahteraan seluruh negara ASEAN. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed