Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Sep 2018 10:05 WIB

Cerita Orang-orang Terkaya RI Patungan Selamatkan Bank Muamalat

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto-detikFinance Foto: Danang Sugianto-detikFinance
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti sudah menemukan investor yang pas untuk menyuntikan modal ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI). Investor itu berbentuk konsorsium.

Konsorsium ini terdiri dari pengusaha kenamaan seperti Ilham Habibie, Arifin Panigoro dan Dato' Sri Tahir. Di dalamnya juga terdapat pihak asing seperti Lynx Asia dan SSG Hong Kong.

Meski belum memberikan restunya, OJK menilai konsorsium ini paling pas untuk menjadi investor baru BMI. Skema penyuntikan sederhana yang membuat OJK condong ke konsorsium ini. Mereka hanya patungan, kemudian mentuntikan modal melalui pembelian saham baru yang diterbitkan BMI.

"Konsorsium adalah cara yang konservatif. Ya kalau punya uang ya kumpulin uangnya sesuai kebutuhan bank ini ajukan ke bank untuk jadi investor. OJK lebih convenient, karena itu jelas punya uang ada di escrow bisa dieksekusi," kata Deputi Komisioner Bidang Strategi dan Logistik OJK Anto Prabowo Kamis malam (28/9/2018).

Lalu bagaimana cerita konsorsium ini terbentuk? Bahkan sempat diberitakan oleh media bahwa Ilham Habibie bersaing dengan Tahir suntik modal ke BMI, padahal mereka satu kesatuan.

Anto menjelaskan, Ilham Habibie pernah datang ke OJK. Pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama BMI mengaku sangat ingin menyelamatkan bank syariah pertama itu. Alasannya karena mendapatkan titah langsung dari ayahnya Mantan Presiden BJ Habibie.

"Kami tanya, ternyata dia dapat amanat dari Pak Habibie untuk jaga Bank Muamalat. Hanya masalahnya seberapa besar kemampuan Pak Ilham," terang Anto.



Nah akhirnya, Ilham mengajak investor-investor lain untuk ikut patungan. Kemudian muncul nama Bos Medco Energi Internasional, sang raja minyak RI Arifin Panigoro. Kemudian ada juga salah satu orang terkaya RI Dato Sri Tahir.

Anto mengatakan, OJK juga sempat melakukan konfirmasi atas nama-nama itu langsung ke yang bersangkutan seperti Tahir. Seperti investor lainnya, Tahir mengaku hanya niat untuk membantu bukan untuk menguasai apalagi mengoperasikan BMI.

Dia juga hanya sebagai investor cadangan, jika dana konsorsium masih kurang, Tahir akan menutupinya.

"Pak Tahir waktu dipanggil, apakah benar minat? Dia bilang oh saya niat membantu. Kalau konsorsium cukup, saya tidak akan masuk. Tapi kalau memang diperlukan saya akan masuk. Jadi sifatnya membantu. Pada suatu saat dia keluar juga tidak masalah," terang Anto.

Sebagai persyaratan, konsorsium ini harus menempatkan sejumlah dana dalam sebuah perjanjian legal atau escrow. Tujuannya hanya sekedar menunjukkan keseriusan.

Untuk proses pengesahan masuknya investor baru akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BMI pada 11 Oktober mendatang.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com