Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Okt 2018 14:53 WIB

Soal Pertemuan IMF-WB 2018, SBY: Jangan Sampai Jadi Pemborosan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: (@aniyudhoyono/Instagram) Foto: (@aniyudhoyono/Instagram)
Jakarta - Presiden RI ke-8 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut buka suara terkait dengan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan internasional IMF-WB 2018 di Bali.

Presiden Indonesia ke-6 ini meminta kepada pemerintah untuk menjelaskan secara transparan terkait dengan anggaran penyelenggaraan agar tidak terjadi pemborosan.

Hal itu diungkapkan melalui akun Twitter @SBYudhoyono, "Saya tahu ada pihak yang menentang (kontra) dan ada pula yang mendukung (pro). Demokrasi memang begitu. Yang penting jangan hitam-putih," cuit SBY seperti dikutip, Senin (8/10/2018).

SBY mengatakan, alasan yan menentang acara tersebut pertama dikarenakan pertemuan 'besar-besaran' ini tidak tepat dilaksanakan ketika Indonesia tengah alami bencana. Sehingga timbul anggapan tidak berempati.

Kedua, kata dia, biaya perhelatan internasional ini terlalu besar dan dianggap sebagai pemborosan. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia tengah hadapi tekanan fiskal.


Agar tidak dianggap sebagai pemborosan, Ketua Umum Partai Demokrat ini meminta pemerintah transparan dan berani menjelaskan untuk apa saja anggaran tersebut.

"Terhadap kritik yang menilai biaya perhelatan ini kelewat besar, pemerintah bisa berikan penjelasan dan klarifikasi yang gamblang dan transparan," cuitan

"Biar tidak jadi fitnah dan hoax, DPR RI bisa minta penjelasan kepada pemerintah dan BPK juga bisa lakukan audit apakah terjadi pemborosan," sambungnya.


Dapat diketahui, pemerintah menganggarkan anggaran IMF-WB 2018 sebesar Rp 855 miliar yang sebagian dari APBN 2017 dan 2018. Anggaran tersebut juga ada yang berasal dari Bank Indonesia (BI).

Jika dirinci, Kementerian Keuangan menganggarkan Rp 672,59 miliar, sisanya Rp 137 miliar dari BI. Adapun, anggaran yang sudah terpakai saat ini sebesar Rp 566 miliar.




Tonton juga 'Rizal Ramli Sebut Biaya Meeting IMF-WB di Bali Kemahalan!':

[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed