Follow detikFinance
Selasa, 09 Okt 2018 15:56 WIB

JK Bahas Potensi Pajak dari Pertemuan IMF-World Bank di Bali

Rina Atriana - detikFinance
Foto: Jusuf Kalla (Noval/detikcom) Foto: Jusuf Kalla (Noval/detikcom)
Jakarta - Anggaran penyelenggaraan pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali disoal sejumlah pihak. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Indonesia mendapat sejumlah keuntungan dengan menjadi tuan rumah.

"Ya tamu datang. Kan orang mengatakan tamu itu kan rezeki. Tamu kan belanja, apa, tinggal di hotel, kan ada pajaknya. Dan hotel sekarang mahal. Tiba-tiba Rp 10 juta semalam, itu pajaknya 10%. Pajak saja sejuta," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).


Menurut JK, banyak negara yang mau menjadi tuan rumah pertemuan tahunan ini. Indonesia sendiri memang sejak awal telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah.

"Jadi itu akan kembali dengan lewat lain, lewat pajak, lewat keuntungan orang bekerja, itu kalau hanya biaya Rp 800 miliar banyak negara pasti mau. Ini kan di-bid juga kayak olimpiade. Asian Games, Olimpiade, saja kita siap apalagi ini," tutur JK.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menegaskan bahwa para delegasi yang hadir di Bali menggunakan biaya sendiri. Jokowi yakin acara ini akan menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia.

"Mereka itu membiayai dirinya sendiri kok. Hotel bayar sendiri, makan juga bayar sendiri. Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Saya kira arahnya ke sana," kata Jokowi saat ditanya wartawan seusai orasi ilmiah di USU, Medan, seperti yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Senin (8/10).


Sementara itu, Bey menjelaskan maksud pernyataan 'biaya sendiri' yang disebut Jokowi. Dia mengatakan biaya sendiri itu termasuk tiket pesawat dan akomodasi para delegasi selama IMF-WB Meeting di Bali.

"Yang dimaksud Presiden dengan biaya sendiri itu adalah akomodasi delegasi selama di Indonesia, termasuk tiket pesawat dan makan mereka. Bahkan ada delegasi yang menyewa kantor dengan biaya sendiri. Jadi ruangan di hotel-hotel itu laku untuk kantor mereka," kata Bey.



Simak video Gelaran IMF-World Bank Bukan untuk Tambah Utang Negara

[Gambas:Video 20detik]

(rna/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed