Industri Diminta Tak Panik

Rupiah Tembus Rp 10.000

Industri Diminta Tak Panik

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2005 00:48 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta kalangan industri tidak panik dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 10.000 per dolar AS. Industri dalam negeri diminta tetap berbenah agar kompetitif.Hal ini dikatakan Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2005).Dengan melemahnya nilai rupiah tersebut, menurut Andung, industri dalam negeri tetap harus membenahi diri agar kompetitif dengan industri luar negeri. Oleh karena itu, Andung meminta kalangan industri untuk terus meningkatkan daya saingnya, meski melemahnya rupiah akan berdampak positif ke ekspor industri. "Tapi kalau yang untuk domestik, ya mengalami kenaikan," tukas Andung. Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Menurutnya, pelemahan rupiah menembus level di atas Rp 10.000 per US$ 1, maka yang diuntungkan adalah eksportir dengan daya saing meningkat, karena nilai ekspor menjadi lebih murah daripada impor.Hal ini merupakan peluang industri domestik untuk menggaet konsumen lokal karena pelemahan rupiah menjadi semacam proteksi dari serbuan produk impor.Marie juga meminta pelaku usaha dapat menerima keadaan bahwa seluruh negara mengalami ketidakpastian fluktuasi nilai tukar. Oleh karena itu dunia usaha dalam memperhitungkan operasional usahanya perlu mempertimbangkan fluktuasi kurs, suku bunga dan inflasi. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads