BI: Neraca Pembayaran Indonesia Alami Tekanan Berat
Rabu, 24 Agu 2005 10:21 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tengah mengalami tekanan yang berat. Untuk itu dibutuhkan pembenahan yang bersifat struktural untuk meningkatkan ekspor dan investasi modal asing. Demikian kesimpulan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI seperti dikutip dari situs BI, Rabu (24/8/2005).Tekanan terhadap NPI tersebut terutama dipicu oleh tingginya impor baik migas maupun nonmigas akibat tingginya investasi. BI mencatat pertumbuhan investasi Indonesia pada semester I-2005 cukup baik sehingga memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi pertumbuhan ekonomi. RDG BI juga menyampaikan peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mulai membesar menggantikan peran konsumsi.Tekanan pada NPI tercermin dari menurunnya surplus transaksi berjalan dan menurunnya cadangan devisa dalam jumlah yang berarti.Faktor utama yang memberikan tekanan pada NPI antara lain adalah lonjakan impor barang nonmigas yang mencapai hingga 30 persen pada semester I-2005. Komposisi impor barang nonmigas yang didominasi oleh barang modal dan bahan baku tersebut menandai pemulihan kegiatan investasi di dalam negeri yang tumbuh 8,83 persen pada semester I-2005.Sementara ekspor nonmigas juga membaik meskipun dalam jumlah yang lebih rendah dibanding kenaikan impor. Komoditi primer seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit saat ini memiliki daya saing yang tinggi di pasar dunia sehingga menjadi komoditi ekspor yang diandalkan. Faktor lainnya yang memberikan tekanan besar pada transaksi berjalan adalah lonjakan harga minyak dunia yang telah malampaui level US$ 60 per barel. Akibatnya, kebutuhan devisa untuk melakukan impor minyak bertambah besar. Hal ini semakin diperberat karena konsumsi BBM domestik juga meningkat sebesar 6 persen di semester I-2005.Untuk semester II-2005, BI memperkirakan NPI masih akan mengalami tekanan khususnya sebagai konsekuensi kegiatan perekonomian yang terus meningkat.
(qom/)











































