Rupiah Melemah, Presiden SBY Inspeksi Mendadak ke BI
Rabu, 24 Agu 2005 23:44 WIB
Jakarta - Gara-gara rupiah yang terus melemah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Bank Indonesia (BI). Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyatukan langkah pemerintah dan BI sebagai otoritas Fiskal dan moneter untuk mengatasi kelemahan rupiah."Pertemuan ini penting karena kami sebagai otoritas tentu peduli dengan dinamika dan gejala pelemahan rupiah," kata SBY yang menggunakan batik dan celana panjang hitam di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (24/8/2005).Saat sidak, SBY didampingi Kapolri Jenderal Sutanto, Menseskab Sudi Silalahi, Jubir Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Sedangkan dari Bank Indonesia diwakili Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan Deputi Gubernur Senior Miranda S Goeltom.Pelemahan mata uang, lanjut SBY, bukan hanya dialami oleh rupiah saja. Pelemahan mata uang juga dialami di antaranya Euro dan Yen."Bagaimana pun, pemerintah serius mengambil langkah yang tepat agar pelemahan rupiah tidak berkembang ke arah yang sangat tidak diharapkan," jelas SBY.Pemerintah dan BI juga akan terus melakukan koordinasi dan mengambil langkah -langkah agar pergerakan nilai tukar dapat diatasi. "Agar asumsi mata uang rupiah pada RAPBN 2006, dapat kita capai," tuturnya. Menurut SBY, saat ini ada persoalan-persoalan yang dihadapi menyangkut defisit anggaran, tingginya harga minyak internasional, investasi ekspor dan impor. Faktor itulah yang akan diracik oleh pemerintah untuk mencari solusi yang tepat."Mengurangi defisit, mengurangi subsidi demi sehatnya fiskal tanpa menimbulkan dampak yang tidak baik pada tingkat rakyat bawah, justru hal itu harus kita proteksi," tutur SBY.
(atq/)











































