Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Nov 2018 20:35 WIB

Penjelasan BI Soal Rupiah Paling Perkasa di Asia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini mengalami penguatan. Dolar AS yang sebelumnya berada di kisaran Rp 14.800an kini kembali ke posisi Rp 14.500an.

Dari data perdagangan Reuters nilai dolar AS tercatat Rp 14.598. Lalu dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dolar AS tercatat Rp 14.594.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan penguatan rupiah melanjutkan penguatan hari kemarin.


Dia menjelaskan langkah BI yang menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 6% juga menjadi pendorong menguatnya rupiah terhadap dolar AS.

"Kuatnya sentimen positif ini tercermin dari derasnya arus modal asing yang masuk ke pasar sekunder SBN hari ini yang mencapai Rp 2,8 triliun, setelah kemarin tercatat Rp 3,5 triliun," kata Nanang saat dihubungi, Jumat (16/11/2018).

Nanang mengungkapkan sejak 3 September 2018 hingga 16 November 2018 arus modal asing yang masuk ke SBN mencapai Rp 43,06 triliun.

Menurut Nanang hal ini mencerminkan bahwa investor global melihat beberapa langkah kebijakan otoritas Indonesia semakin kredibel dalam merespon baik tantangan global maupun domestik.


Selain itu penguatan rupiah juga terjadi karena pasar valuta asing (valas) yang semakin likuid. Kemudian dengan tersedianya instrumen Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) menjadikan fluktuasi kurs NDF di pasar luar negeri lebih terkendali.

"Kurs NDF luar negeri menjadi convergence dengan kurs DNDF. Ini karena Bank Indonesia selalu siaga untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar DNDF, baik melalui mekanisme lelang maupun intervensi secara langsung," ujarnya. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed