Bank sentral mengharapkan sektor perbankan bisa memaksimalkan kedua instrumen ini agar suku bunga perbankan baik deposito atau kredit bisa tetap stabil di tengah tren yang terus naik.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan, dengan adanya hal tersebut dapat menambah variasi instrumen keuangan di dalam negeri. Ditambah dengan satu instrumen pendalaman pasar uang yaitu Domestik Non Deliverable Forward (DNDF).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Instrumen seperti ini juga bisa membantu stabilitas mata uang kita, dengan membantu program pendalaman pasar keuangan domestik. Bagus dan BNI akan gunakan instrumen ini," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Menurut dia, dua instrumen seperti IRS dan OIS tak hanya dapat melindungi suku bunga perbankan. Tetapi, bank dengan likuditas yang lebih juga lebih leluasa menempatkan sebagian dananya tak hanya BI saja.
Artinya, potensi bank untuk mendapatkan fee based income (FBI) dari pasar uang pun semakin melebar. "Bank tidak hanya menempatkan excessnya di BI tapi bisa diproduktifkan melalui instrumen itu, sehingga pasar keuangan semakin likuid. Bagi bank itu juga potensi untuk memperoleh non interest income," tuturnya. (kil/zlf)











































