Dradjad H. Wibowo:
BI Rate Tak Banyak Bantu Rupiah
Selasa, 30 Agu 2005 18:17 WIB
Jakarta - Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate 75 basis poin menjadi 9,5 persen dianggap tidak akan banyak membantu memperkuat rupiah. "Kalau hanya menaikkan BI rate tidak akan banyak memperkuat rupiah karena tidak mempersempit selang arbitrase secara signifikan. Likuiditas untuk arbitrase juga masih banyak," kata anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H. Wibowo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2005).Dradjad menambahkan, kenaikan BI rate sudah diprediksi oleh para pelaku pasar. "Pelaku pasar sudah melakukan double track terhadap rupiah melalui kurs dan SBI sekaligus," ujarnya.Dengan demikian pelaku pasar sudah mengantisipasi naiknya BI rate. "Jadi mereka ramai-ramai beli SBI dalam beberapa hari terakhir supaya bisa ambil untung kalau BI menaikkan BI rate," kata Dradjad.Hal senada disampaikan pengamat valas Farial Anwar yang mengatakan, kenaikan BI rate akan percuma. "BI rate dijadikan patokan supaya orang bisa memrediksi. Tapi kenyataannya BI rate itu kenaikannya tidak pernah ada jangka waktu tetapnya, tapi dadakan," tambahnya. Farial meminta pemerintah jangan berharap banyak dengan menaikkan SBI akan memperbaiki kondisi rupiah. "Kalau SBI naik, investor tidak akan melihat itu. Yang dilihat adalah kesempatan dari nilai rupiah. Kalau bisa ambil untung dari guncangan rupiah, dia tidak akan melihat bunga," ujar Farial.
(qom/)











































