Pasar Saham Rontok
Rupiah Anjlok Lagi ke 10.800/US$
Kamis, 01 Sep 2005 10:35 WIB
Jakarta -
Paket kebijakan ekonomi yang mengecewakan langsung direspons negatif oleh pasar. Rupiah langsung anjlok lagi ke level Rp 10.800 per dolar AS. Pada awal perdagangan Kamis (1/9/2005), rupiah langsung merosot hingga 50 poin ke level Rp 10.300 per dolar AS. Posisi terendah rupiah tercatat pada 30 Agustus lalu, saat menyentuh level Rp 11.700 per dolar AS, yang merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir. Anjloknya rupiah juga diikuti oleh pasar saham yang juga kembali berguguran. Tercatat pada pukul 10.07 waktu JATS, IHSG turun 11,204 poin (1,07 persen) pada level 1.038,886.Ekonom Indef Fadhil Hasan mengatakan, pidato Presiden SBY tidak akan banyak berpengaruh besar terhadap pasar. "Masyarakat justru kecewa karena sudah terlanjur punya ekspektasi yang tinggi terhadap pidato SBY," kata Fadhil kepada detikcom.Ia justru memberi acungan jempol pada langkah BI yang secara drastis menaikkan BI rate ke level 9,5 persen. "Walaupun berisiko, tapi itu bisa menahan laju rupiah," katanya.Hal senada disampaikan Analis dari Kuo Capital Raharja Edwin Sinaga. "Saya sebenarnya malah kasihan kepada BI yang harus melakukan semua operasi moneternya," ujarnya.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
