Dolar Diprediksi Masih di Atas Level Rp 10.000 dalam Sebulan
Sabtu, 03 Sep 2005 17:46 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan bercokol di atas level Rp 10.000 per dolar AS dalam satu bulan ke depan. Dan jika rupiah dikelola dengan baik, maka dalam tiga hingga enam bulan ke depan, rupiah bisa menguat ke level Rp 9.500-9.800 per dolar AS.Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam diskusi di Marios Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (3/9/2005)."Kalau dilihat dari beberapa indikator, tidak ada alasan untuk rupiah menembus Rp 12.000-13.000 per dolar AS. kalau sebulan kedepan mungkin masih di tingkat 10 ribuan," kata Faisal.Faisal menilai, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih baik. Meski inflasi secara year on year sudah mencapai 8,33 persen, namun angka itu lebih rendah dibandingkan sebelum krisis. Demikian pula untuk cadangan devisa, meski turun US$ 5 miliar ke level US$ 32 miliar, namun masih lebih tinggi dibandingkan masa krisis yang hanya US$ 17 miliar. Sementara ekspor Indonesia juga meningkat dan diperkirakan mencapai US$ 88 miliar pada tahun ini. Ketersediaan barang dan jasa juga cukup. "Jadi tinggal me-manage dan satu fungsi treasury dari Depkeu yang diperkuat sehingga cashflow tidak missmatch. Ini kan missing di manajemennya pengelolaan keuangan negara, bukan keuangan negara sendiri," ujar Faisal.Menurutnya, missmatch itu menimbulkan kesenjangan yang pada akhirnya memicu spekulasi.
(qom/)











































