Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Des 2018 13:14 WIB

4 Menteri Beberkan Penggunaan Surat Utang Syariah Negara

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Sejumlah kementerian di kabinet kerja Presiden Joko Widodo menggunakan alternatif pembiayaan untuk menjalankan program kerja. Mulai dari pembangunan jalan, infrastruktur kereta, pendidikan, keagamaan hingga taman nasional.

Surat berharga syariah negara (SBSN) menjadi alternatif sumber pembiayaan yang digunakan untuk pembangunan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan Kementerian PUPR mendapatkan alokasi anggaran sejak 2015. Saat itu kementerian mendapatkan Rp 3,5 triliun atau 4,3%.

"Program SBSN ini sangat membantu, karena progressnya dipantau langsung oleh Kemenkeu, dimontior betul. Sehingga saya juga mudah untuk mengawasi mulai sejak pengadaan barang dan jasa," kata Basuki dalam diskusi di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/12/2018).


Dia mengungkapkan selama ini progres penggunaan SBSN di Kementerian PUPR berjalan dengan baik. "Saya padahal nggak pernah sekalipun minta tambahan, tapi ditambahin terus. Karena buat saya DIPA itu bukan omzet, tapi itu tugas itu yang saya kerjakan," kata dia.

Selain Basuki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan SBSN adalah fasilitas yang baik untuk negara. Ini karena kementerian bisa menjalankan rencana dengan pasti karena ada uang yang harus terserap.

"Rata-rata kami menggunakan untuk proyek kereta api, memang proyek ini tidak terlalu terekspos karena tidak langsung dinikmati masyarakat. Tapi kereta api tarifnya relatif tidak mahal, tepat waktu itu salah satunya jasa SBSN," imbuh dia.


Kemudian Menteri Riset Dikti M Nasir mengungkapkan surat utang negara syariah ini dia gunakan untuk pembangunan gedung universitas negeri. Pasalnya saat ini di Indonesia masih ada sejumlah universitas yang memiliki gedung kurang layak.

"Saya ingin mendorong semua gedung perguruan tinggi yang mangkrak bisa segera selesai dengan bantuan dari SBSN ini. Terima kasih bu Menteri, saya merasakan ini sangat luar biasa," imbuh dia.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Abubakar mengungkapkan SBSN digunakan untuk pegembangan taman nasional agar menjadi destinasi wisata yang baik.

Harapannya, tahun depan KLHK sedang melakukan kajian untuk meningkatkan fungsi dan kualitas wisata alam mulai dari sarana dan pra sarana. "Kami sedang menyusun klaster ekonomi hutan sosial untuk rakyat. Itu mungkin perlu kita dukung karena sudah ada 5000an klaster dan 245 ribu kepala keluarga di area tersebut," imbuh dia.

Penggunaan SBSN di Kementerian Agama adalah untuk revitalisasi dan pembangunan asrama haji, kantor urusan agama (KUA), madrasah hingga perguruan tinggi keagamaan. (fdl/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed