Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Des 2018 11:19 WIB

BI Tahan Bunga Acuan, Darmin Nilai Sudah Tepat

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Menko Darmin ulang tahun ke 70 (Trio Hamdani/detikFinance) Foto: Menko Darmin ulang tahun ke 70 (Trio Hamdani/detikFinance)
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengomentari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. BI 7 Days Repo Rate ditahan di level 6%.

Bahkan menurut Darmin tidak masalah BI menahan bunga acuan di saat Bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps).

Darmin menilai ekonomi Indonesia, terutama sektor riil dalam kondisi baik sehingga tidak masalah BI menahan bunga acuan.

"Nggak apa-apa, karena ekonomi kita sektor riilnya baik. Kemudian transaksi modal juga relatif baik, sehingga tidak perlu (naik)," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2018).


Dia juga menilai market atau pelaku pasar sudah memperkirakan bahwa the Fed memang bakal menaikkan suku bunganya. Dengan demikian, pelaku pasar sudah mengantisipasi kenaikan bunga the Fed.

"Itu sebenarnya kenaikan bunga di the Fed itu sudah diperkirakan oleh market, kata orang market sudah di-price in," tambahnya.


Seperti diberitakan kemarin, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. BI 7 Days Repo Rate masih di level 6%.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Desember 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 days 6%," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di kantor BI, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018). (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed