Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Des 2018 15:03 WIB

Neraca Pembayaran Diramal Surplus US$ 4 M, Neraca Dagang Tekor

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca pembayaran mengalami surplus di kuartal IV-2018 sebesar US$ 4 miliar. Sedangkan transaksi berjalan masih mengalami defisit (current account deficit/CAD) 3% dari PDB.

"Neraca pembayaran kuartal IV akan surplus kurang lebih US$ 4 miliar meski defisit current account lebih dari 3% PDB," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2018).


Arus modal asing yang masuk juga diperkirakan mampu membuat nilai tukar rupiah semakin stabil.

"Arus modal asing dari portofolio lebih besar dan itu akan mendorong rupiah stabil," kata Perry.


BI juga mewaspadai tekanan global dan dampaknya ke dalam negeri seperti pergerakan nilai tukar rupiah. Salah satu tekanan yang diwaspadai adalah kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rate (FFR) yang lebih tinggi dari perkiraan.

"Masih ada tekanan global ketegangan di AS terkait dengan ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate 2019 di pasar lebih tinggi," tutur Perry. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed