Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Jan 2019 22:20 WIB

Aturan BI soal Parkir Devisa Hasil Sumber Daya Alam Rampung

Iin Yumiyanti - detikFinance
Foto: Iin Yumiyanti
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan aturan devisa hasil ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang digodok BI sudah rampung. Aturan yang akan memuluskan upaya menarik lebih banyak DHE dari SDA ke dalam negeri tersebut siap dirilis.

"Untuk devisa hasil ekspor, kami sudah selesai untuk peraturan Bank Indonesia yang rekening simpanan khusus untuk DHE SDA. Supaya Kementerian Keuangan lebih mudah memberikan insentif pajak bagi DHE yang masuk maupun yang dikonklusikan ke rupiah. PP nya sudah tahap final akan kami keluarkan," kata Perry dalam acara diskusi dengan pemimpin redaksi media di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin malam (7/1/2019).


Saat ini pemerintah juga tengah menyempurnakan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur penempatan DHE. Dalam aturan tersebut, DHE yang ditempatkan dalam bentuk deposito berdenominasi dolar AS di bank yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia dikenai tarif PPh 0-10 persen. Pengaturan DHE SDA ini merupakan salah satu dari kebijakan ekonomi dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-16.

Selain mengatur penempatan DHE SDA, pemerintah juga merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) dan merelaksasi fasilitas libur pajak (tax holiday). Perry berharap kebijakan tersebut bisa terimplementasikan dengan baik sesuai yang diharapkan.


"Tax holiday kita paling menarik dibanding Thailand, Vietnam dan Malaysia karena kita bisa memberi sampai 20 tahun dan bisa 100%. Juga DHE SDA. Kuncinya bagaimana memastikan kebijakan DNI, tax holiday ini bisa smooth," tutur Perry. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com