ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 28 Jan 2019 17:54 WIB

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 820 T di 2018

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sepanjang 2018 menyalurkan kredit Rp 820,01 triliun tumbuh 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan menjelaskan kredit produktif di Bank Mandiri tercatat Rp 558,7 triliun atau 77,71% dari portofolio.

"Kinerja ini pun berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp 1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu," kata Panji dalam konferensi pers di Kantor Bank Mandiri, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Dia menyampaikan peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit modal kerja (bank only) yang tumbuh 9,58% yoy menjadi Rp 334,12 triliun dan kredit investasi yang mencapai Rp 224,6 triliun, naik 11,69% yoy.


Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit mikro dan konsumer. Pada tahun 2018, pembiayaan segmen korporasi mencapai Rp 325,8 triliun, naik 23,3% yoy.

Khusus ke sektor infrastruktur, Bank Mandiri membukukan kenaikan pembiayaan (baki debet) yang signifikan sebesar 29,3% secara yoy menjadi Rp 182,3 triliun, atau 63,9% dari total komitmen Rp 285,4 triliun yang telah diberikan.

Dari realisasi itu, penyaluran kredit sektor transportasi tercatat sebesar Rp 39,5 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 36,6 triliun, tenaga listrik Rp 34 triliun, konstruksi Rp 20,9 triliun, jalan Rp 15,9 triliun, telematika Rp 14,7 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota Rp 10 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp10,8 triliun.

Sementara itu, kredit segmen retail perseroan tumbuh 10,52% yoy menjadi Rp246,6 triliun. Khusus segmen mikro, perseroan telah memberikan kredit senilai Rp102,4 triliun, tumbuh 23,0% dari tahun sebelumnya. Adapun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun lalu mencapai Rp87,4 triliun, atau tumbuh 11,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.


Sebagai realisasi komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, sepanjang tahun 2018 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 17,58 triliun, atau mencapai 100,11% dari target. Secara kumulatif, hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 65,91 triliun kepada lebih dari 1,25 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia juga mengungkapkan, Bank Mandiri berkeinginan untuk menumbuhkan bisnis perseroan secara berkesinambungan dengan memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah, menjaga pertumbuhan biaya operasional serta penyaluran kredit yang lebih baik di segmen Wholesale dan Retail.

"Hingga akhir tahun lalu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun secara tahunan tumbuh 3,1%, mencapai Rp 840,9 Triliun. Meskipun pertumbuhan tersebut cukup rendah, namun dari sisi sustainabilitas mengalami perbaikan, hal ini terlihat dari tingkat average balance DPK (bank only) yang tumbuh 7,2% yoy, hal ini sejalan dengan strategi perseroan yang mendorong pertumbuhan DPK agar lebih sustain" ujarnya. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com