Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Feb 2019 13:05 WIB

Jelang Pemilu, Bank Sentral India Pangkas Suku Bunga

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Asri Vernon/dTraveler Foto: Asri Vernon/d'Traveler
Jakarta - Bank sentral India mengumumkan bakal memangkas suku bunga acuan. Penurunan suku bunga dilakukan 6 bulan menjelang pemilihan umum. Padahal, jelang pemilu kondisi ekonomi memegang peran penting untuk menjaga stabilitas.

Mengutip CNN suku bunga acuan dipangkas sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25% dari sebelumnya 6,5%. Penurunan bunga ini cukup mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya polling yang dilakukan oleh Reuters dan Bloomberg memprediksi suku bunga acuan akan tetap di level 6,5%.

Reserve Bank of India (RBI) dalam rapat membahas tentang penurunan inflasi, rendahnya harga minyak dan perlambatan ekonomi global. Gubernur Bank Sentral India Shantikanta Das mengungkapkan hal tersebut yang menjadi pertimbangan bank sentral menurunkan bunga.


Dari data RBI inflasi ritel di India tercatat 2,2% turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Angka ini merupakan level yang terendah dalam 18 bulan terakhir. Sementara itu inflasi inti turun menjadi 5,6%. Pada Kamis, bank sentral India mengubah stance kebijakan moneternya dari bias ketat menjadi netral.

Sementara itu, keputusan menurunkan bunga ini merupakan angin segar untuk perdana Menteri India Narendra Modi. Pasalnya, ia saat ini sedang mencari dukungan untuk kembali maju dalam pemilihan Perdana Menteri.

Pertumbuhan India pada kuartal III 2018 melambat menjadi 7,1%. Dalam kepemimpinannya, Modi berupaya untuk mereformasi ekonomi dan meningkatkan lapangan kerja.


Namun pemangkasan suku bunga ini juga dapat memicu spekulasi pasar jika bank sentral tak independen. Pasalnya, Das diangkat oleh Modi pada Desember lalu setelah Gubernur Bank Sentral sebelumnya Urjit Patel mengundurkan diri karena dipicu oleh ketegangan bank sentral dan pemerintah.

Pemberitaan di media India melaporkan jika pemerintah India saat itu menginginkan bank sentral yang dipimpin Patel untuk bergerak dan meningkatkan perekonomian yang lebih tinggi sebelum pemilu. Namun hal tersebut tak dilakukan. Pendahulu Patel, Raghuram Rajan juga berhenti sebelum masa jabatannya habis. Lagi-lagi karena tak bersepakat dengan pemerintahan Modi.

Kepala Ekonom Capital Economics, Mark Williams menjelaskan Shantikanta Das memang telah melakukan apa yang diinginkan oleh pemerintahan Modi. "Pemangkasan bunga ini tak akan banyak membantu perekonomian sebelum pemilihan umum. Tapi ada harapan untuk mendorong pasar keuangan dan sentimen investor asing," jelas dia. Setelah diumumkan penurunan suku bunga, indeks saham di India tak banyak bergerak. Sama dengan rupee yang hanya naik tipis.



Tonton juga video 'Luhut Blak-blakan Bicara Utang Negara':

[Gambas:Video 20detik]



Jelang Pemilu, Bank Sentral India Pangkas Suku Bunga
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed