Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Mar 2019 16:25 WIB

Ada 150 Juta Pengguna Internet di RI, OJK Dorong Peran Fintech

Nabilla Putri - detikFinance
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap perkembangan perusahaan financial technology (fintech) bisa berkontribusi dalam perekonomian nasional. Terkait hal tersebut, dinilai harus dilakukan mengingat tingkat inklusi keuangan nasional masih rendah sebesar 67,8% di tahun 2016.

"Perkembangan fintech adalah keniscayaan. Untuk itu OJK mengarahkannya agar bermanfaat untuk perekonomian nasional dan kepentingan masyarakat luas, serta mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam keterangannya, Senin (11/3/2019).

Hal tersebut ia ungkapkan saat membuka Seminar Nasional, Kolaborasi Milenial dan Fintech Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, pada Sabtu lalu (9/3). Selain itu, menurut hasil riset Bank Dunia, 20% kenaikan inklusi keuangan melalui adopsi layanan keuangan digital akan menyediakan tambahan 1,7 juta pekerjaan, bahkan lebih di negara berkembang.


Bahkan, Indonesia juga memiliki modal besar untuk mendukung perkembangan fintech yaitu jumlah masyarakat kelas menengah yang mencapai 45 juta orang, serta total pengguna internet yang mencapai 150 juta.

Kemudian, OJK menyediakan kerangka pengaturan dan pengawasan yang memberikan fleksibilitas ruang inovasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip transparan, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness (TARIF).

Khusus untuk layanan P2P lending (peer to peer, pinjam meminjam online), OJK juga menunjuk Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk menetapkan standard (code of conduct). Serta menyediakan Pedoman Perilaku Pemberian Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi secara Bertanggung Jawab.

Data OJK menunjukkan terjadi perkembangan fintech P2P lending hingga Januari 2019. Data tersebut mengungkapkan akumulasi pinjaman mencapai Rp 25,9 triliun, outstanding pinjaman Rp 5,7 triliun, perusahaan terdaftar atau berizin 99 perusahaan. Serta jumlah rekening lender (pemberi pinjaman) sebanyak 267.496 dan jumlah rekening borrower (peminjam) sebanyak 5.160.120. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com