Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Mar 2019 21:21 WIB

Suku Bunga BI Tetap 6%, Darmin: AS Juga Tahan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Wahyu Daniel Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya 7 days reverse repo rate di angka 6%. Keputusan itu diumumkan pada hari ini.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) tak menaikkan suku bunga, jadi BI melihat kebijakan tersebut.

"Lah Amerika juga nahan, kenapa kita harus ubah. Artinya gini, semuanya itu membaca situasi, kalau tidak diubah itu tidak memperburuk situasi, yaudah tidak diubah. Tapi kalau harus diubah ya kenapa, kenapa harus mengubah, harus dilihat," ujarnya di kantornya, Kamis (21/3/2019).

"Pertama harus dilihat biasanya Amerika dia naikkan apa nggak. Kalau nggak, tidak diubah," tambahnya.


Soal keputusan The Fed, Darmin tak mau berpendapat soal indikasi perekonomian global yang melambat. Meski demikian, itu menjadi tanda jika ekonomi AS tidak lebih bagus.

"Ya paling tidak ekonomi Amerika, jangan global dulu. Paling tidak ekonominya AS tidak lebih bagus," ujarnya.

Untuk diketahui, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan BI menahan suku bunga acuan salah satunya ialah menjaga stabilitas perekonomian.

"Keputusan tersebut konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik," kata Perry dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com