Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Mar 2019 18:19 WIB

Bank BRI Beri Edukasi soal Investasi ke Milenial

Tia Reisha - detikFinance
Foto: Tia Reisha/detikcom Foto: Tia Reisha/detikcom
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) memberikan edukasi dan pemahaman tentang keuangan, khususnya investasi dengan menggelar Bancassurance Expo 2019. Acara ini dihadiri sejumlah milenial, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum.

Acara yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta Pusat, pada 20-22 Maret 2019 ini menghadirkan 3 narasumber, yakni Direktur Konsumer BRI Handayani, Deputi Direktur Pengawasan Pengelolaan Investasi Haryono Halim, dan Direktur Utama Danareksa Sekuritas Budi Susanto.

"Kalau bicara soal investasi anak muda itu selalu 'duh kenapa sih ngomong masa depan?' gitu. Justru ini yang kita ingin sampaikan kepada milenial bahwa betul kita harus having fun untuk menjalani hidup. Tapi kita juga harus membuat perencanaan untuk ke depannya seperti apa karena itu tergantung apa yang kita perbuat hari ini," ujar Direktur Konsumer BRI Handayani, Jumat (22/3/2019).


Menurutnya, dengan pandai berinvestasi, milenial dapat menjadi seorang entrepreneur baik di masa depan. Sebab, dengan berinvestasi, milenial akan belajar tentang berbagai hal untuk menjadi seorang entrepreneur.

"Kalau mau jadi entrepreneur yang baik kalau memiliki sahamnya maka kita secara otomatis akan belajar bagaimana perusahaan itu akan mencetak kinerjanya. Dari situlah kita belajar bagaimana menjadi entrepreneur," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Danareksa Sekuritas Budi Susanto mengatakan ada peningkatan tren menabung saham pada Desember 2018. Peningkatan ini, menurutnya, terjadi karena semakin banyak milenial yang tertarik untuk tanam saham.

"Tren menabung saham di Desember 2018 ada peningkatan 116% karena nabung saham keren bagi milenial. Kalau belum melek saham itu belum asyik, belum mengikuti perkembangan zaman now," ujar Budi.

Ia pun memberikan beberap tips investasi bagi milenial yang baru hendak memulai. Salah satunya adalah dengan menentukan saham yang akan dipilih. Tentukan juga tujuan investasi tersebut karena potensinya akan berbeda-beda.


"Kalau melihat pilihan investasi tahun ini arahnya kemana tentu kita harus melihat ke horizon investasi kita sebenernya seberapa jauh. Karena ini bagi milenial tentunya perlu menetapkan diri tujuan investasinya apa, untuk jangka pendek atau jangka panjang. Itu tentunya akan berbeda-beda. Jadi kita akan melihat potensi return-nya, hasil investasinya, dan risikonya," ujar Budi.

Deputi Direktur Pengawasan Pengelolaan Investasi OJK Haryono Halim pun mengatakan pentingnya literasi tentang investasi bagi masyarakat, khususnya milenial. Hal ini bertujuan agar mereka terhindar dari investasi bodong yang banyak terjadi di masyarakat.

"Menurut pandangan kami bahwa literasi ini sangat penting sekali, sangat bagus, memang diwajibkan oleh OJK. Bahwa memang hal paling mudah untuk mencegah pelanggaran terhadap investasi-investasi yang tidak kita inginkan itu adalah memang melalui literasi," ujarnya. (prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed