Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 14:15 WIB

Ketua DPR: Transaksi Non Tunai Tekan Impor Kertas untuk Cetak Uang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sedang mendorong transaksi non tunai. Jadi pembayaran dilakukan secara elektronik misalnya menggunakan kartu atau uang elektronik.

Menanggapi hal tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo menjelaskan saat ini transaksi non tunai sangat penting dilakukan. Pasalnya bisa menekan impor kertas untuk mencetak uang.

"Kalau bisa menggunakan transaksi non tunai maka akan menghemat negara. Karena untuk membeli kertas uang keluar negeri (impor) itu triliunan, jadi bisa hemat tentu lumayan juga, sistem pengaman (uang) kita juga belinya di luar negeri," ujar Bamsoet, dalam acara seminar nasional di Jakarta, Selasa (26/3/2019).


Bamsoet menjelaskan transaksi non tunai juga bisa memudahkan pemerintah yang saat ini gencar menggalakkan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Pemerintah dan BI memang mendorong penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat. Hal ini dilakukan agar lebih efisien, pasalnya uang kertas memiliki biaya cetak uang, distribusi hingga cash handling.


Selain itu transaksi non tunai juga bisa mempermudah dan mempercepat waktu pembayaran karena dilakukan secara elektronik bisa menghemat waktu.

Jika sudah efisien maka Indonesia bisa keluar dari negara yang penduduknya berpendapatan menengah atau middle income trap.



Ketua DPR: Transaksi Non Tunai Tekan Impor Kertas untuk Cetak Uang
(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed