Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 10:43 WIB

PNS DKI Jakarta Dapat 'Kuliah' soal Investasi Bodong

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Vadia Lidyana/detikFinance Foto: Vadia Lidyana/detikFinance
Jakarta - Instrumen investasi kini makin banyak di Indonesia, mulai dari reksa dana, saham, emas, deposito hingga surat berharga negara. Namun banyak juga investasi ilegal alias investasi bodong yang membohongi masyarakat saat berinvestasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Tobing dalam Sosialisasi Satgas Waspada Investasi Ilegal di Balai Kota, Jakarta, menjelaskan banyak modus yang digunakan untuk menipu masyarakat. Dia menjelaskan modus-modus ini biasanya diiringi dengan janji-janji manis agar masyarakat tergiur. Acara ini dihadiri PNS Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah masyarakat.

"Keuntungan yang mereka janjikan itu tidak wajar, biasanya ada janji bunga besar dalam waktu yang sangat cepat. Tidak ada yang seperti itu, mana bisa," ujar Tongam, Jumat (5/4/2019).


Dia menjelaskan biasanya investasi bodong menawarkan bunga 1% per hari, 10% per minggu hingga 30% per bulan.

Tongam menceritakan, ada juga modus menggunakan multilevel marketing (MLM) untuk menarik minat masyarakat. Menurut Tongam, tak ada yang salah dengan MLM, hanya saja investasi bodong menyalahgunakan hal tersebut.

"Jadi investasi bodong yang menggunakan MLM itu dia mengumpulkan keuntungan bukan dari penjualan produk, tapi dari hasil menipu masyarakat yang masuk dan jadi anggota. Ditambah janji-jani juga," jelas dia.

Menurut Tongam, masyarakat harus bisa memahami konsep 2L yakni logis dan legal. Logis artinya masyarakat kembali memeriksa apakah keuntungan yang dijanjikan itu harus masuk akal. Kemudian legal, lembaga tersebut harus memiliki badan hukum dan izin yang jelas dari regulator.




Tonton juga video April, Jokowi Naikan Gaji PNS Plus Rapel:

[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com