5-8% Saham Bank Mandiri dan BRI Tetap Dilepas Tahun Ini
Rabu, 28 Sep 2005 12:28 WIB
Jakarta - Pemerintah tetap akan melepas sahamnya di Bank Mandiri dan BRI dalam secondary offering pada tahun ini. Namun saham yang akan dilepas hanya 5-8 persen agar pemerintah tetap pemegang saham mayoritas kedua bank plat merah tersebut.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (26/9/2005).Pria yang akrab disapa Ical ini menegaskan, meski Bank Mandiri memiliki nilai buku atau price to book value (PBV) di bawah 2 kali, namun saham pemerintah tetap akan dijual."Kalau sekarang Anda sakit, harga obatnya mahal. Anda beli nggak obatnya? Beli juga kan. Atau sebaliknya, Anda perlu baju, harganya mahal. Tapi Anda telanjang bulat, Anda beli juga kan," ujar Ical.Berdasarkan data dari Kementerian BUMN, PBV Bank Mandiri saat ini 1,33 kali, BRI 2,91 kali, BNI 1,93 kali.Menurut Ical, pos rekening dana investasi (RDI) tidak bisa digunakan untuk menutupi kekurangan privatisasi. "RDI itu tidak untuk privatisasi. Itu kan diambil dari pasar modal, bank dan investasi. RDI kan untuk pembiayaan pemerintah," tegas Ical.Saat ini pemerintah tengah ancang-ancang melakukan privatisasi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang diharapkan meraup Rp 1,1 triliun. Privatisasi tersebut dimaksudkan untuk memenuhi target privatisasi APBN 2005 sebesar Rp 3,5 triliun.
(qom/)











































