Pemerintah Sukses Punya Investor Kunci untuk Global Bond

Pemerintah Sukses Punya Investor Kunci untuk Global Bond

- detikFinance
Rabu, 28 Sep 2005 14:26 WIB
Jakarta - Non-deal roadshow yang digelar dalam rangka penerbitan obligasi internasional alias global bond tampaknya membuahkan hasil yang memuaskan. Pemerintah mengaku telah berhasil 'menjaring' investor-investor kunci yang akan membeli obligasi internasional tersebut."Melalui roadshow ini, kita tidak perlu melakukan deal roadshow ini, langsung kita masuk pasar saja, karena investor-investor kunci long term sudah saya hubungi satu per satu," ujar Menteri Keuangan Jusuf Anwar.Ia menyampaikan 'oleh-oleh' dari non-deal roadshow ke London dan New York tersebut kepada wartawan sebelum mengikuti pertemuan dengan Forum Rektor di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Namun sayangnya Jusuf tetap tidak bersedia menyebutkan kapan dan besaran obligasi internasional yang akan diterbitkan tersebut. "Saya tidak menyebut soal jumlah dan kapan karena itu dilarang," tegasnya.Saat dikonfirmasi apakah obligasi internasional akan segera diterbitkan dalam waktu dekat, Jusuf lagi-lagi mengelaknya. "Saya tidak ngomong itu. Sekarang kita mencari window of opportunity, bagaimana dan kapan pemerintah mencari alternatif yang terbaik dengan waktunya untuk menggaet dana-dana internasional dan domestik," urai Jusuf. Yang pasti, tegas Jusuf, begitu melihat ada kesempatan yang baik, maka pemerintah segera menetapkan harga dan besaran obligasi internasional tersebut. Mengenai respons investor, Jusuf mengaku, mereka sangat antusias setelah pemerintah dan BI menjelaskan keadaan fiskal manajemen dan moneter Indonesia. "Pada dasarnya mereka menyambut baik dan memuji fiskal manajemen dan moneter kita dengan tren defisit yang menurun, adanya tax reform termasuk kebijakan penyesuaian subsidi BBM," ungkapnya. Investor juga tak lupa menanyakan soal kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan pada 1 Oktober mendatang. "Hampir semua menanyakan soal kenaikan harga BBM. Karena mereka mengerti benar perubahan harga minyak yang tinggi yang hanya bisa dipecahkan dengan itu (kenaikan harga BBM)," tambah Jusuf. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads