ABN AMRO Alokasikan Reksa Dana Terproteksi ke Derivatif

ABN AMRO Alokasikan Reksa Dana Terproteksi ke Derivatif

- detikFinance
Rabu, 28 Sep 2005 14:59 WIB
Jakarta - Terobosan baru yang cukup berani dilakukan ABN AMRO Assets Management Indonesia untuk penerbitan reksa dana terproteksinya. Manajer Investasi ini mengalokasikan 30 persen kelolaannya ke pasar derivatif.Untuk investasi di pasar derivatif ini, ABN AMRO memilih empat mata uang, yakni Rupee India, Won Korea, Renminbi Cina, dan Dolar Singapura. Sedangkan 70 persen alokasi reksa dana lainya ditempatkan pada surat utang negara (SUN) seri FR002.Demikian penjelasan Rima Suhaemi, Presdir ABN AMRO Assets Management Indonesia di acara peluncuran reksa dana terproteksinya dengan nama 'ABN AMRO Indonesia Proteksi Asia Surplus' yang berlangsung di Restoran Cilantro, Wisma BNI, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Reksa dana ini merupakan reksa dana terproteksi murni kedua yang dikeluarkan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) setelah Schroder Investment Management Indonesia. ABN AMRO menargetkan minimal dana kelolaan reksa dana terproteksi ini Rp 250 miliar.Namun menurut Rima, jumlah target bisa berubah jika masa penawaran diperpanjang atau diperpendek. Masa penawaran dilakukan pada 29 September sampai 19 Oktober 2005. Sedangkan target investasi awal untuk bisa mengetahui nilai aktiva bersih (NAB) akan keluar mulai 25 Oktober 2005. Reksa dana ini akan jatuh tempo pada 15 Juni 2009.Rima menjelaskan, walaupun bentuknya reksa dana terproteksi, namun reksa dana ini sudah bisa ditarik satu tahun sejak tanggal investasi awal. Meski demikian, hanya nasabah yang bertahan sampai jatuh tempo saja yang akan diberikan proteksi 100 persen terhadap modal awal. "Yang diberikan proteksi 100 persen hanya yang sampai jatuh tempo, sedangkan yang diambil sebelum jatuh tempo itu akan disesuaikan dengan NAB," katanya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads