Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Mei 2019 11:15 WIB

Minat Beli Surat Utang Syariah Pemerintah? Begini Caranya

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Keuangan hari ini menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Tabungan ST-004. Sukuk tabungan ini bisa dibeli dengan nominal mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar.

Bagaimana cara belinya?

Sebelum memesan, pembelian ST004 untuk pertama kalinya pada mitra distribusi, calon investor terlebih dahulu melakukan proses registrasi melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi.

Proses registrasi dilakukan oleh calon investor dengan memasukkan informasi Single Investor Identification (SID), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga yang dimilikinya.


Calon investor yang belum memiliki SID, rekening dana, atau rekening surat berharga, harus terlebih dahulu membuatnya dengan dibantu mitra distribusi sesuai tata cara yang berlaku. Ini dapat dilakukan sebelum masa penawaran dan harus atas nama calon investor ST004.

Setelah semua persyaratan di atas beres, tinggal melakukan pembelian yang juga dilakukan secara elektronik alias online.

"Dengan online semua, sangat mudah, anyway, anytime. Semua bisa melalui internet termasuk juga pembayarannya," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman dalam acara peluncuran Sukuk Tabungan ST-004 di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Calon investor melakukan pembayaran atas pemesanan pembelian ST004 yang terverifikasi berdasarkan kode pembayaran yang telah diterima oleh calon investor. Selah terverifikasi, kode pembayaran akan diinformasikan kepada calon investor melalui alamat e-mail yang terdaftar. Setiap pemesanan tidak dapat dibatalkan.


Pemesanan pembelian dianggap selesai dan lengkap setelah pembayaran berhasil dilakukan. Calon investor bakal memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) yang tercantum pada BPN (Bukti Penerimaan Negara) yang diterbitkan oleh bank/pos persepsi.

Ada 20 mitra distribusi yang bisa dipilih oleh calon investor, yaitu PT Bank Bri Syariah, PT Bank Central Asia, PT Bank Cimb Niaga, PT Bank Dbs Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Maybank Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank OCBC NISP, PT Bank Panin, PT Bank Permata.

Berikutnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Tabungan Negara (Persero), PT Trimegah Sekuritas Indonesia, PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale, PT Investree Radhika Jaya, PT Mitrausaha Indonesia Group, PT Danareksa Sekuritas, PT Nusantara Investama. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com