Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Mei 2019 13:44 WIB

Ada 722 BPR Belum Penuhi Ketentuan Modal OJK

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, masih banyak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang belum memenuhi modal inti mininum. OJK menyebut ada 722 BPR.

"722 belum memenuhi modal inti minimum posisi Januari 2019," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK Ayahandayani dalam acara Media Gathering, Bandung, Jumat (3/5/2019).

Dia memaparkan, dari 772 sebanyak 374 BPR belum memenuhi modal inti minimum Rp 3 miliar. Sementara, sisanya 348 belum memenuhi modal inti minimum Rp 6 miliar.


Lanjutnya, ketentuan modal inti minimum ini sudah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) yang diterbitkan pada tahun 2015. Dalam aturan itu, BPR diberi waktu untuk menyesuaikan modal inti hingga akhir 2019.

"Ketentuan modal inti minimum memang BPR ini ketentuannya POJK tahun 2015 sudah lama. Kami memberi waktu sejak 2015 untuk memenuhi modal inti minimum," ujarnya.

"POJK (2015) itu sebenarnya 2 tahap, adalah pada saat POJK terbit modal intinya masih di bawah Rp 3 miliar maka akhir tahun 2019 untuk memenuhi Rp 3 miliar. Baru 2024 wajib 6 miliar. Kemudian yang sudah di atas Rp 3 miliar tahun 2019 wajib Rp 6 miliar," sambungnya.


Sebab itu, untuk mendorong BPR memenuhi ketentuan modal intinya, OJK akan mengeluarkan POJK terkait penggabungan, peleburan dan pengambilalihan BPR. Aturan ini ditargetkan keluar bulan depan atau Juni 2019. Aturan ini memuat ketentuan terkait merger, akuisisi dan lain-lain.

"Kita sebutnya penggabungan, peleburan, pengambilalihan mudah-mudahan POJK-nya akan segera keluar. Di situ memperjelas merger konsolidasi dan akuisi," tutupnya.



Tonton juga video Perkuat Industri Keuangan, OJK Gandeng Kemendagri Hingga MK:

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed