Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mei 2019 11:00 WIB

Inang-inang Ramai Tawarkan Uang Receh Jelang Lebaran

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Penukaran Uang Inang-inang Jelang Lebaran/Foto: Eduardo Simorangkir Penukaran Uang Inang-inang Jelang Lebaran/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Hari Lebaran tinggal seminggu lagi. Semua orang bersiap-siap untuk menyambut hari kemenangan setelah 30 hari lamanya berpuasa. Tak terkecuali Tina (55), seorang wanita paruh baya yang mempunyai empat anak dan dua cucu.

Meski tak berpuasa, namun hari raya Lebaran menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggunya setiap tahun. Jelang Lebaran tiba, Tina biasanya sibuk menyiapkan uang pecahan untuk ditukarkan kembali ke orang-orang yang ingin menukarkan uangnya.

Ya, Tina adalah satu dari sekian 'inang-inang', jasa penukaran uang yang biasanya muncul tiap Lebaran hendak tiba. Sebutan inang-inang dialamatkan kepadanya lantaran 'profesi' ini kerap dilakoni oleh ibu-ibu asal Sumatera Utara yang artinya sama dengan predikat mereka sendiri, yakni ibu-ibu.


Meski profesi ini ilegal alias tak dibenarkan oleh pemerintah, namun jasa mereka kerap 'dirindukan' oleh masyarakat yang hendak merayakan Lebaran. Uang-uang pecahan yang ditukarkan sangat dibutuhkan saat Lebaran tiba. Jasa mereka lumayan membantu mengurangi waktu dan tenaga yang harus dihabiskan jika harus menukarkan uang di tempat yang resmi.

"Biar cepat saja dan praktis nggak perlu antre. Ini juga nukarnya nggak banyak-banyak," kata seorang pelanggan yang menukarkan uangnya ke inang-inang.

Seperti dilihat detikFinance di salah satu lokasi yang paling ramai dikerubungi oleh inang-inang, Rabu (29/5/2019), yakni kawasan Kota Tua, Jakarta. Sejumlah inang-inang tampak berjejer rapi mulai dari simpang di depan Museum Bank Indonesia hingga ke arah gerbang masuk kawasan Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta.


Sepatu kets, celana jeans, baju kaos lengan panjang, penutup muka dan topi, lengkap dengan sarung tangannya dan segepok uang pecahan yang sudah dibungkus rapi dengan plastik. Itu adalah 'kostum' mereka yang membuat kita dapat mengenalinya dengan mudah.

Uang pecahan Rp 2.000 hingga Rp 20.000 menjadi yang paling banyak disiapkan oleh jasa inang-inang. Tas yang sudah digembok berisikan sejumlah uang pecahan juga disiapkan sebagai suplai penukaran uang. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com