Ada Kelonggaran Bayar Tagihan Kartu Kredit Usai Lebaran

Ada Kelonggaran Bayar Tagihan Kartu Kredit Usai Lebaran

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 12 Jun 2019 10:19 WIB
1.

Ada Kelonggaran Bayar Tagihan Kartu Kredit Usai Lebaran

Ada Kelonggaran Bayar Tagihan Kartu Kredit Usai Lebaran
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Libur Lebaran sudah selesai, jika anda berbelanja kebutuhan menggunakan kartu kredit artinya anda sudah harus memikirkan bagaimana membayar tagihannya.

Tapi jangan khawatir, bank menyebut memiliki aturan melonggarkan atau grace period tagihan kartu kredit usai libur lebaran.

Apa alasan bank? Berikut berita selengkapnya dirangkum detikFinance, Rabu (12/6/2019).
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tambok P.S Simanjuntak menjelaskan usai Lebaran memang terjadi peningkatan pada transaksi kartu kredit di BNI. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang menggunakan kartu kredit untuk berbelanja seperti kebutuhan pokok, pakaian, tiket hingga penginapan.

"Biasa kalau libur Lebaran itu ada peningkatan, ya sekitar 10-20% lah, datanya belum masuk semua. Nanti kita cek lagi, sekitar segitu lah," kata Tambok.

Dia menyampaikan, untuk masyarakat yang menggunakan kartu kredit dan bertepatan libur Lebaran., biasanya bank memberikan jangka waktu tidak melakukan penagihan kepada nasabah. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang diterbitkan oleh regulator.

"Iya biasanya kita mundurkan beberapa hari dari tanggal jatuh tempo, memang aturanya seperti itu. Tapi kita juga mengingatkan supaya mereka melakukan pembayaran di jadwal baru yang sudah ditetapkan. Mengingatkan aja ya nggak apa-apa dong, supaya nggak lupa," ujar dia.

Kemudian, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem menjelaskan setiap usai hari raya, perusahaan memberikan grace period untuk nasabah yang menggunakan kartu kredit. Ini dilakukan agar pemegang kartu kredit bisa bernafas lebih panjang pasca pengeluaran yang dilakukan secara besar-besaran saat hari raya.

"Kita selalu seperti itu, memberikan kelonggaran. Tapi kami juga mengingatkan kepada nasabah untuk melakukan pembayaran," kata Santoso.

Kartu kredit memang punya banyak manfaat asalkan penggunaannya tidak berlebihan dan pemegang memiliki komitmen dalam melunasi tagihan. Selain itu kartu kredit juga memiliki promo-promo di toko yang bisa dimanfaatkan pemegang kartu dalam berbelanja.

Tapi kartu kredit juga bisa menjadi musibah, saat pengguna khilaf dalam menggunakannya saat berbelanja. Ini karena secara masih banyak masyarakat yang menilai kartu kredit sebagai uang tambahan. Padahal kartu kredit adalah fasilitas utang yang diberikan oleh bank.

Saat ini Bank Indonesia (BI) sudah memiliki aturan bahwa batas tertinggi bunga kartu kredit adalah 2,25% per bulan atau 27% per tahun.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menjelaskan sebenarnya masyarakat harus benar-benar memahami dan mengetahui kegunaan kartu kredit dalam berbelanja.

"Pertama itu harus paham dan ingat jika belanja dengan kartu kredit bukan berarti penghasilan kita bertambah, namun itu adalah utang dan harus dilunasi nantinya," kata Andy saat dihubungi detikFinance, Selasa (11/6/2019).

Dia menyampaikan seandainya terpaksa menggunakan kartu kredit, usahakan nilai yang digunakan tidak lebih besar dari penghasilan yang didapatkan. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan ketidakmampuan bayar tagihan di bulan berikutnya.

"Jangan sampai lebih besar dari gaji tagihan kartu kreditnya, kalau memang harus belanja dengan kartu kredit usahakan berkomitmen untuk melunasi tagihan sebelum atau pas jatuh tempo," ujar dia.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AAKI) Steve Marta menjelaskan supaya tak terlilit kartu kredit, sebaiknya pemegang sudah memiliki perhitungan pembayaran bulan depan. Jadi pengguna harus menyisihkan pendapatan untuk pemakaian yang sudah dilakukan. Penggunaan kartu kredit juga harus dilakukan secara sadar dan terencana, jangan sampai khilaf atau lupa saat berbelanja menggunakan kartu tersebut.

Dia menjelaskan, jangan sekali-kali menggunakan fasilitas tarik tunai untuk membayar tagihan. Hal ini pasti akan memberatkan pemegang kartu.

"Karena dengan tarik tunai, bunga atau biaya administrasi yang dikenakan akan lebih mahal. Jangan untuk gali lubang tutup lubang, itu tidak akan selesai," ujar Steve.

Steve menjelaskan, agar tidak mendapatkan tagihan yang membengkak pemilik kartu kredit memang harus bijak dalam menggunakan kartu utang tersebut.

"Meskipun limit kartu kreditnya besar, jangan jadikan itu sebagai uang tunai. Tetap anggap sebagai kartu kredit yang kita gunakan dan bulan depan ada kewajiban untuk membayarnya," kata Steve.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menjelaskan jika ada pemegang kartu kredit terjebak utang dengan tagihan yang melebihi batas, maka harus dilakukan pelunasan secepatnya.

Hal ini agar tagihan tersebut tidak membengkak dengan bunga. Maksudnya adalah, tagihan yang over limit biasanya akan dikenakan biaya tambahan yang kemudian akan berbunga lebih besar jika tak segera dilunasi.

"Yang pasti jika kartu kredit sudah over limit maka tidak bisa digunakan belanja lagi. Itu harus segera dilunasi, jangan sampai tidak," kata Andy saat dihubungi detikFinance, Selasa (11/6/2019).

Dia menyampaikan, jika memang membutuhkan dana tambahan bisa menggadaikan emas atau perhiasan untuk mendapatkan uang tunai.

"Hal ini lebih baik dari sisi risiko dibandingkan dengan kartu kredit atau pinjam ke fintech, karena kita memiliki barang untuk jaminan," ujar dia.

Andy mengatakan, jika memang sudah terdesak pengguna kartu kredit bisa menggunakan fasilitas pembayaran minimum yang disediakan oleh bank. Namun hal ini tidak dianjurkan oleh Andy karena ini bukan menyelesaikan masalah dengan cepat, hanya mengundur masalah, tapi jika sudah memahami konsekuensinya maka pengguna bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Kita harus paham konsekuensinya yaitu jumlah total yang dibayarkan akan semakin besar," imbuh dia.

Pembayaran minimum adalah fasilitas yang diberikan oleh bank kepada nasabah kartu kredit. Biasanya pembayaran minimum adalah 10% dari total tagihan. Jadi misalnya ada tagihan Rp 3 juta maka minimum pembayaran yang diterima oleh bank adalah Rp 300.000. Namun setelah pembayaran bank akan memberlakukan bunga untuk tagihan yang belum dilunasi.

Hide Ads