Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Jun 2019 13:36 WIB

BI Punya Ruang untuk Turunkan Bunga Acuan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) pekan depan akan menggelar rapat dewan gubernur (RDG) salah satunya adalah menentukan kebijakan suku bunga. Bunga acuan BI atau 7days reverse repo rate berada di level 6%, sudah 7 bulan BI tak mengutak-atik bunga acuan ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan BI bisa menurunkan suku bunga acuan kali ini.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto menjelaskan saat ini BI sebenarnya memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan sekitar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Menurut dia hal ini karena kondisi inflasi domestik sudah sesuai dengan target.



"Dengan menimbang arah ekspektasi inflasi domestik yang terkendali sesuai jangkar 3,5% plus minus 1%, BI punya ruang menurunkan bunga," kata Ryan saat dihubungi detikFinance, Kamis (13/6/2019).

Dia menjelaskan alasan penurunan tersebut bukan karena bank sentral di negara lain sudah lebih dulu menurunkan bunga acuan, atau termasuk peluang The Fed untuk menurunkan Fed Rate di pertemuan FOMC nanti.

"Ini memang karena kondisi makrorekonomi domestik yang mendukung, pertama inflasi terkendali di level rendah, kemudian perbaikan daya saing, perbaikan rating utang Indonesia jadi BBB outlook stabil yang menunjukkan Indonesia sudah fully investment grade," kata Ryan.


Selain itu kondisi cadangan devisa saat ini masih memadai. Selanjutnya sektor riil dan perbankan membutuhkan stimulus dari jalur suku bunga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi supaya Indonesia tidak kehilangan momentum.

Selanjutnya pendalaman pasar keuangan terus dilakukan oleh BI seiring dengan outlook perekonomian nasional yang tetap tumbuh positif. "Lalu kebijakan makroprudensial dan bauran kebijakan sudah disiapkan untuk membentengi dampak negatif penurunan suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate," jelas dia.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menjelaskan BI bisa mempertimbangkan turunnya bunga acuan jika loan to deposit ratio (LDR) atau loan to funding ratio (LFR) sudah di kisaran 90%-91% dan bunga surat berharga negara (SBN) yang ditawarkan sudah turun.


BI Punya Ruang untuk Turunkan Bunga Acuan
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed