Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Jun 2019 17:07 WIB

Nostalgia BI Krisis 98: Inflasi 70%, Dolar AS Tembus Rp 17.000

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah 20 tahun berlalu. Bank Indonesia (BI) menilai hal tersebut adalah pelajaran yang berharga untuk Indonesia dalam mengelola perekonomian.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Juda Agung menjelaskan krisis ekonomi yang paling buruk sepanjang sejarah pernah terjadi di Indonesia yakni 1997-1998.

Dia mengungkapkan saat itu adalah krisis multidimensi yang berasal dari krisis keuangan dan kemudian merambat ke krisis sosial politik.

"Pada akhirnya tahun 98 itu terjadi perubahan yang sangat dramatis," kata Juda dalam diskusi dengan milenial, di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6/2019).



Juda mengungkapkan saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 13% dan menciptakan banyak pengangguran.

"Saat itu banyak pegawai bank yang di PHK karena banknya ditutup. Ini benar terjadi, itu sebuah contoh kecil kita pernah mengalami itu," jelas dia.

Dia menambahkan kondisi ekonomi Indonesia saat itu tidak kondusif karena indikator yang memburuk seperti inflasi yang mencapai 70%. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sangat tinggi dari kisaran Rp 2.000 sampai Rp 17.000 dalam beberapa bulan, menyebabkan perekonomian Indonesia terguncang.

Menurut dia saat itu biaya krisis yang ditanggung oleh pemerintah mencapai 70% dari produk domestik bruto.

Juda menambahkan, untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi kembali maka harus menjaga sistem keuangan agar tetap stabil. Saat ini kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia sangat baik dan memiliki daya tahan yang tinggi.





Tonton Video Buwas: Ada Menteri yang Inginkan Inflasi

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "BI Turunkan Suku Bunga, Ketua Umum Kadin Respon Positif"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed